Padang - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer (Himatekom) Universitas Andalas (Unand) Padang memperkenalkan GiziCerdas, inovasi teknologi untuk membantu pengukuran dan pemantauan pertumbuhan serta status gizi anak.
"GiziCerdas digunakan untuk melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan anak. Cara penggunaannya cukup sederhana, anak hanya perlu berdiri pada alat, kemudian sensor akan membaca tinggi dan berat badan secara otomatis," kata Ketua Tim PPK Ormawa Himatekom Unand Khairiansyah Nizam di Padang, Selasa.
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-70 Unand sebagai upaya memperkenalkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung kader dan masyarakat memperoleh data pengukuran gizi secara lebih praktis.
GiziCerdas merupakan sistem pengukuran dan pengelolaan data pertumbuhan yang dirancang untuk membantu proses pemantauan pertumbuhan status gizi anak yang terdiri atas perangkat pengukuran dan aplikasi sebagai pusat pengelolaan data.
Hasil pengukuran tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai angka, tetapi langsung terintegrasi dengan aplikasi GiziCerdas untuk disimpan dan dikelola. Aplikasi tersebut menyediakan fitur pengelolaan data anak, penyimpanan riwayat pengukuran, serta pemantauan perkembangan pertumbuhan dari waktu ke waktu.
Selain itu, sistem tersebut mengolah data antropometri dengan menghitung indikator pertumbuhan dalam bentuk Z-score berdasarkan standar pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dalam pengolahan tersebut, hasil pengukuran tinggi dan berat badan tidak hanya menjadi data mentah, tetapi dapat memberikan informasi mengenai kondisi pertumbuhan dan gizi anak.
"Yang kami kembangkan melalui GiziCerdas bukan hanya sebuah alat untuk mengukur tinggi dan berat badan. Kami mencoba membangun sebuah sistem yang terintegrasi yaitu proses pengukuran, pengiriman dan penyimpanan data, pengolahan data antropometri, pemantauan riwayat pertumbuhan, penyajian data untuk membantu proses pemantauan dan pengelolaan data balita," ujarnya.
Melalui software yang dirancang, data hasil pengukuran juga dapat ditampilkan dalam bentuk riwayat pertumbuhan dan visualisasi kurva pertumbuhan, sehingga perkembangan anak dapat dibandingkan dari satu periode pengukuran ke periode berikutnya.
Ia mengatakan tim turut mengembangkan fitur pendukung pengelolaan kegiatan posyandu, data balita, riwayat pengukuran, pelaporan dan ekspor data, serta analitik dan pemetaan cakupan balita berdasarkan data wilayah yang tersedia.
Sistem tersebut juga memungkinkan pengelolaan data secara fleksibel melalui aplikasi, termasuk untuk data hasil pengukuran yang tidak dilakukan menggunakan perangkat GiziCerdas.
“Harapan kami, GiziCerdas dapat membantu membuat proses pengukuran dan pengelolaan data pertumbuhan menjadi lebih terintegrasi, sehingga data yang diperoleh dari kegiatan pengukuran tidak hanya dicatat, tetapi juga dapat diolah dan dimanfaatkan kembali,” kata dia.
Tim PPK Ormawa Himatekom berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan, baik dari sisi teknologi maupun penerapannya di lapangan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta dapat mendukung pencatatan dan pemantauan pertumbuhan anak secara lebih terintegrasi serta membantu upaya pencegahan stunting di masyarakat.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.