Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan alsintan berupa combine harvester kepada buruh tani di Karawang, Jawa Barat, serta mengganti alat pertanian yang dicuri guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka, saat meninjau sawah di daerah tersebut.
"Ini nanti dipakai dan disewakan ke masyarakat. Bisa lima hektare, sepuluh hektare satu hari," kata Mentan saat berdialog dengan buruh tani di Karawang, Jabar, Senin.
Mentan memberikan respons cepat saat menemukan langsung kondisi buruh tani di tengah kunjungan kerjanya. Ketika melintas di area persawahan Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, rombongan Mentan berhenti setelah melihat sejumlah buruh tani tengah bekerja.
Amran kemudian turun dari kendaraan dan berbincang langsung dengan para buruh tani. Dalam perbincangan tersebut, terungkap sebagian besar mereka tidak memiliki lahan sawah sendiri dan selama ini mengandalkan pekerjaan sebagai buruh panen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mentan juga mendapat informasi jika alat pertanian yang biasa digunakan kelompok tersebut hilang dicuri pada malam 17 Agustus 2026. Mendengar kondisi tersebut, Mentan langsung menyatakan akan mengganti alat yang hilang.
"Kalau tidak dapat, digantikan. Hilang, sudah. Nanti kita ganti," ujar Mentan.
Selain mengganti alat yang hilang, Mentan juga memberikan combine harvester kepada buruh tani untuk dikelola dan dimanfaatkan bersama. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan panen, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi para buruh tani.
"Yang diprioritaskan yang tidak punya alat. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine," tegas Mentan.
Amran menjelaskan combine harvester tersebut nantinya dapat digunakan untuk membantu panen masyarakat di sekitar dengan sistem jasa.
Dengan kapasitas kerja yang besar, alat tersebut dapat menggarap beberapa hektare dalam sehari sehingga berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok.
Ia juga meminta agar combine harvester dikelola secara bersama dan hasilnya dibagikan secara adil kepada seluruh anggota kelompok yang baru terbentuk di lapangan itu. Sebagian pendapatan dapat digunakan untuk biaya operasional, sementara hasil bersihnya menjadi tambahan penghasilan anggota.
"Misalnya, dapat lima hektare, berarti dapat Rp10 juta. Rp3 juta disimpan untuk beli bensin, yang Rp7 juta dibagi untuk 10 orang. Berarti Rp700 ribu satu orang per hari," jelas Amran.
Amran menekankan agar bantuan tersebut tidak dikuasai oleh individu, melainkan dimanfaatkan secara bersama-sama sehingga seluruh buruh tani yang tergabung dapat merasakan manfaatnya.
"Bagi hasil, bagi rata. Semua ikut. Jangan ada yang ditinggal," tegasnya.
Mentan menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan mekanisasi pertanian memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi buruh tani yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses produksi pangan.
Menurutnya, alsintan bukan hanya instrumen untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat pekerjaan di sawah, tetapi juga dapat menjadi sarana menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat pertanian.
Dengan combine harvester yang dikelola bersama serta penggantian alat yang hilang, para buruh tani di Karawang Timur diharapkan semakin produktif, memiliki peluang pendapatan baru, dan semakin kuat dalam mendukung produksi pangan nasional.
Bagi para buruh tani, bantuan tersebut langsung membangkitkan semangat untuk meningkatkan produktivitas.
Julaiha, buruh tani dari Desa Tegal Sawah, mengaku bersyukur karena Mentan tidak hanya memberikan combine harvester, tetapi juga bakal mengganti alat pertanian yang hilang.
"Bapak tadi langsung memberikan combine, kemudian langsung juga mau mengganti alat tani saya yang hilang pas 17 Agustus malamnya. Insya Allah diganti," ujarnya.
Menurut Julaiha, keberadaan alat pertanian tersebut membuat para buruh tani semakin bersemangat dalam bekerja. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meningkatkan produktivitas mereka di lapangan.
"Mudah-mudahan dengan adanya alat jadi lebih produktif. Lebih semangat lagi buat kami di sini," katanya.
Julaiha juga menyampaikan terima kasih kepada Mentan atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada para buruh tani.
"Atas bantuannya kepada para petani, saya banyak terima kasih. Semoga sejahtera Pak Amran dan Pak Presiden juga," ujarnya.
Buruh tani lainnya, Engkus, juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian Mentan dan berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan bersama untuk meningkatkan penghasilan.
"Alhamdulillah. Bantuan ini semoga bisa dimanfaatkan oleh kita semua. Nanti akan digunakan beberapa orang di sini," ujarnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.