Jakarta - Perusahaan teknologi Rimini Street menilai transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan semakin menjadi prioritas perusahaan di Indonesia dalam tiga hingga lima tahun mendatang untuk meningkatkan efisiensi, ketahanan, dan daya saing bisnis.
Regional Vice President and General Manager Southeast Asia and Greater China Rimini Street Han-Tiong Law mengatakan perusahaan Indonesia saat ini menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika ekonomi dan geopolitik global hingga tuntutan untuk meningkatkan kelincahan dan ketahanan bisnis.
Pada saat yang sama, menurut dia, perusahaan juga menghadapi kebutuhan untuk memodernisasi sistem enterprise resource planning (ERP), sementara jajaran direksi mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap kesiapan perusahaan mengadopsi AI.
"Tujuan transformasi digital dan AI adalah meningkatkan kinerja bisnis. Tujuannya bukan sekadar memiliki teknologi baru yang luar biasa, termasuk AI," kata Han di Jakarta.
Ia mengatakan salah satu fondasi utama dalam transformasi digital dan pemanfaatan AI adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola data. Semakin banyak data bermakna yang dapat dimanfaatkan, baik dari internal maupun eksternal, semakin besar peluang perusahaan memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap bisnisnya.
Selain data, perusahaan perlu memahami proses bisnis secara menyeluruh, mulai dari keuangan, sumber daya manusia, penjualan, distribusi hingga manufaktur. Setelah fondasi data dan proses tersebut terbentuk, AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.
"Tanpa bantuan AI, kita akan menghadapi banyak kompetitor yang datang dengan 'pasukan AI' untuk bersaing di berbagai bidang, mulai dari penjualan, HR hingga manajemen talenta," ujarnya.
Han menambahkan kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola juga perlu berjalan beriringan dengan penerapan teknologi. Tenaga kerja perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan data dan bekerja bersama AI, sedangkan tata kelola diperlukan seiring meningkatnya penggunaan otomatisasi.
Menurut dia, perusahaan juga tidak harus mengganti seluruh sistem teknologi yang telah dimiliki untuk memulai transformasi digital. Sebagian besar perusahaan telah memiliki ERP beserta berbagai subsistem pendukung yang dapat menjadi fondasi untuk pengembangan kapabilitas digital dan AI.
Rimini Street mendorong perusahaan menjaga sistem inti yang menyimpan data dan informasi bisnis agar tetap stabil, terlindungi, dan andal, sembari mengembangkan teknologi baru sesuai kebutuhan bisnis.
Head of IT VIVERE Group Sutrisno Yao mengatakan optimalisasi teknologi yang sudah dimiliki perusahaan dapat menjadi langkah awal sebelum melakukan investasi lebih lanjut dalam inovasi.
"Infrastruktur IT apa yang sudah dipunyai, teknologi yang sudah dipunyai, harus didorong penggunaannya semaksimal mungkin. Jangan sampai kita punya suatu teknologi, tapi tidak pernah digunakan secara maksimal," kata Sutrisno.
Menurut dia, setelah pemanfaatan aset teknologi dioptimalkan, perusahaan dapat melakukan efisiensi dan mengalokasikan sumber daya untuk mengembangkan teknologi pada area yang lebih strategis sesuai kebutuhan bisnis.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.