Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan diluncurkannya serangkaian serangan terhadap fasilitas radar dan rudal Iran di sepanjang Selat Hormuz untuk mencegah Teheran memulihkan kemampuan militernya, lapor Axios pada Senin (31/8).
Axios mengutip tiga pejabat AS yang mengetahui rencana tersebut melaporkan bahwa opsi itu diajukan Komando Pusat AS (CENTCOM) dan mendapat dukungan Menteri Perang Pete Hegseth, tetapi belum memperoleh persetujuan Trump.
Pada Minggu (30/8), sejumlah ledakan terdengar di Pulau Larak, Iran, di Selat Hormuz. Axios menduga bahwa AS melancarkan serangan terhadap peluncur rudal Iran di pulau tersebut.
Media Iran kemudian melaporkan bahwa Teheran menembakkan rudal ke sejumlah kapal AS di Selat Hormuz serta pangkalan AS di kawasan tersebut.
CENTCOM menyatakan serangan terhadap Iran dilakukan untuk mencegah pasukan negara itu menanam ranjau di Selat Hormuz.
Menurut Axios, Trump dapat menyetujui serangan terbatas tersebut menyusul eskalasi terbaru dengan tujuan untuk mengurangi risiko serangan Iran terhadap kapal tanker minyak serta aset Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS di kawasan tersebut.
Konflik AS-Iran dimulai pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan serupa.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kembali saling menyerang tidak lama kemudian.
Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan, meski tidak ada permusuhan aktif. Washington justru meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran untuk mengakhiri konflik dengan menambah tekanan finansial terhadap Teheran.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.