Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Tumor otak tak selalu berakhir buruk, kualitas hidup jadi perhatian

NadiKabar Biro
Tumor otak tak selalu berakhir buruk, kualitas hidup jadi perhatian
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Tumor otak tak selalu berakhir buruk, kualitas hidup jadi perhatian.

JAKARTA — Dokter Spesialis Bedah Saraf MRCCC Siloam Semanggi Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, SpBS mengatakan kualitas hidup pasien menjadi salah satu target dalam penanganan tumor otak ketika penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan secara total.

“Tumor otak itu bisa sembuh. Namun, kalau memang tidak bisa disembuhkan (total), minimal kita membuat target agar quality of life (kualitas hidup) pasien ini jadi lebih baik,” kata Made dalam MRCCC Siloam Semanggi Media Hospital Tour 2026 di Jakarta, Selasa.

Made mengatakan pasien dan keluarga perlu memahami bahwa diagnosis tumor otak merupakan sebuah perjalanan baru dengan tujuan penanganan yang jelas. Kesembuhan tetap menjadi target, sementara peningkatan kualitas hidup menjadi perhatian ketika kondisi pasien tidak memungkinkan untuk mencapai kesembuhan total.

Menurut dia, munculnya tumor otak atau penyebaran kanker ke otak tidak serta-merta berarti hasil pengobatan akan buruk.

“Tidak serta-merta bahwa munculnya tumor otak atau penyebaran tumor ke otak itu pasti hasilnya jelek. Tidak,” ujarnya.

Ia mengatakan hasil pengobatan juga dipengaruhi oleh seberapa dini tumor ditemukan. Semakin kecil tumor ditemukan dan semakin dini deteksi dilakukan, menurut dia, semakin baik pula hasil yang dapat diharapkan.

“Prinsipnya adalah di mana pun tumornya, semakin kecil kita temukan, semakin dini deteksi kita lakukan, maka hasil atau outcome-nya akan semakin baik,” kata Made.

Dokter lulusan Spesialis Bedah Saraf di Universitas Airlangga itu menekankan penanganan tumor otak perlu dilakukan sebagai proses bersama antara pasien, keluarga, dan tim rumah sakit.

Menurut dia, pasien dan keluarga perlu mendapatkan informasi serta menentukan langkah penanganan bersama tim medis sesuai kondisi masing-masing.

“Ini bukan akhir dari segalanya, tapi suatu perjalanan baru yang harus dilakukan bersama-sama dari sisi pasien, keluarga, dan pihak rumah sakit,” ujarnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia