Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Turkiye bergabung dengan Perjanjian Artemis yang dipimpin NASA

NadiKabar Biro
Turkiye bergabung dengan Perjanjian Artemis yang dipimpin NASA
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Turkiye bergabung dengan Perjanjian Artemis yang dipimpin NASA.

Ankara - Kementerian Luar Negeri Turkiye pada Selasa (1/9) menyatakan bahwa Turki telah menandatangani Perjanjian Artemis —sebuah perjanjian eksplorasi luar angkasa yang dipimpin oleh NASA— pada Senin (31/8).

Perjanjian itu bertujuan untuk meningkatkan keselamatan eksplorasi Bulan serta mendorong pemanfaatan antariksa secara damai, berkelanjutan, dan bermanfaat, menurut kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan daring.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Turkiye akan berkontribusi pada teknologi dan eksplorasi antariksa melalui pendekatan inklusif serta inovatif yang berlandaskan hukum internasional.Penandatanganan itu dilakukan di tengah program antariksa Turkiye yang semakin aktif.

Pada Agustus, negara tersebut mengumumkan rencana untuk meluncurkan wahana antariksa ke Bulan pada bulan-bulan pertama 2027, yang didukung oleh sistem propulsi hibrida (hybrid propulsion) hasil pengembangan dalam negeri Turkiye.Perjanjian Artemis pertama kali ditandatangani pada 2020 oleh delapan negara, yaitu Amerika Serikat, Australia, Kanada, Italia, Jepang, Luksemburg, Uni Emirat Arab, dan Inggris.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia