Depok - Program Studi (Prodi) Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) merupakan upaya menjawab kebutuhan pembelajaran dan kajian yang menghubungkan bahasa serta budaya dengan teknologi, diplomasi, hubungan internasional, dan dunia profesional. Dekan FIB UI Untung Yuwono di Kampus UI Depok, Rabu, mengatakan pengembangan Prodi Korea di UI sejak 2006 merupakan keputusan akademik yang sesuai dengan perubahan lanskap global. “Saat itu Korea Selatan tengah memperkuat posisi sebagai kekuatan ekonomi dan industri. Negara tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu kekuatan budaya global," kata Untung Yuwono.Maka keputusan FIB UI dua dekade lalu untuk mengembangkan Prodi Korea, lanjut dia, menjadi investasi akademik jangka panjang yang tepat. "Kami tidak sekadar mengantisipasi Korean Wave, tetapi juga membangun kapasitas akademik yang kritis dan kontekstual," katanya.
Kapasitas tersebut terlihat dari perkembangan sumber daya pengajar. Ketua Prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea FIB UI Euis Sulastri mengatakan program studi yang awal berdirinya menghadapi keterbatasan pengajar lokal, kini memiliki sembilan dosen tetap, delapan diantaranya bergelar doktor serta empat dosen tidak tetap.Hal ini untuk menjawab kebutuhan lulusan yang mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya, terutama di lingkungan kerja yang melibatkan perusahaan Korea di Indonesia. Penguasaan bahasa dan pemahaman budaya Korea, menurut President of Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (KOCHAM Indonesia) Lee Kang Hyun, dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Kompetensi tersebut membantu lulusan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang melibatkan komunikasi lintas budaya. Sementara itu Director of Korea Foundation Jakarta Office Lee Sang Hoon menyebut mahasiswa dan alumni Prodi Korea sebagai living bridges yang berperan membangun pemahaman dan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Korea Selatan.
Hubungan Indonesia dan Korea Selatan yang semakin luas akan mendorong Prodi Korea untuk merespons isu-isu kontemporer.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.