Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

UNIFIL catat 1.030 proyektil ditembakkan ke Lebanon dalam sepekan

NadiKabar Biro
UNIFIL catat 1.030 proyektil ditembakkan ke Lebanon dalam sepekan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait UNIFIL catat 1.030 proyektil ditembakkan ke Lebanon dalam sepekan.

Beirut - Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengatakan telah mencatat 1.030 proyektil yang ditembakkan di Lebanon selatan selama periode 21 hingga 27 Agustus.

“Meskipun tingkat kekerasan lebih rendah dibandingkan awal tahun ini, situasi di Lebanon selatan masih rapuh. Dari 21 hingga 27 Agustus, pasukan penjaga perdamaian mencatat 1.030 lintasan proyektil, dengan rata-rata 147 per hari,” kata UNIFIL dalam unggahan di platform media sosial X pada Jumat (28/8).

UNIFIL menambahkan bahwa situasi saat ini terus membebani warga sipil, karena rumah-rumah dan infrastruktur vital telah rusak, sementara masyarakat setempat masih berjuang untuk memulihkan kondisi mereka.

UNIFIL mengatakan pasukan penjaga perdamaian terus memantau dan melaporkan perkembangan di lapangan, sekaligus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk membantu mencegah eskalasi lebih lanjut.

Misi tersebut menekankan bahwa komitmen pihak terkait terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 sangat penting untuk mengurangi ketegangan, memulihkan stabilitas, dan memungkinkan masyarakat setempat kembali pulih.

Resolusi 1701 diadopsi Dewan Keamanan PBB pada 2006 setelah perang selama 33 hari antara militer Israel dan Hizbullah.

Resolusi tersebut menyerukan penghentian penuh permusuhan antara Lebanon dan Israel serta pembentukan zona demiliterisasi. Pada zona tersebut hanya tentara Lebanon dan UNIFIL yang diizinkan untuk dikerahkan, antara Sungai Litani dan Garis Biru yang memisahkan Lebanon dan Israel.

Sementara itu, mandat UNIFIL di Lebanon selatan dijadwalkan berakhir pada akhir tahun ini, di tengah perdebatan yang masih berlangsung mengenai masa depan dan mandat misi tersebut.

Beirut, di sisi lain, bersikeras mempertahankan kehadiran UNIFIL di wilayah selatan dengan tujuan memastikan stabilitas.

Pada Jumat, militer Israel meningkatkan serangan di wilayah tersebut dengan melakukan penghancuran di tiga kota, sementara pasukan Israel bergerak maju menuju wilayah Aita al-Jabal dan memicu kebakaran di sejumlah area.

Pasukan Israel juga menghujani sejumlah wilayah lain di sekitarnya dengan tembakan artileri.

Kementerian Kesehatan Lebanon pada Jumat mengatakan dua orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam dua hari terakhir, sehingga total korban akibat serangan Israel yang terus berlangsung di Lebanon selatan sejak 2 Maret mencapai 4.352 orang tewas dan 12.318 orang terluka.

Pasukan Israel masih berada di sejumlah bagian Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah mereka duduki selama puluhan tahun. Dalam rangkaian pertempuran sebelumnya pada 2023 dan 2024, pasukan Israel memperluas kehadirannya dengan bergerak beberapa kilometer lebih jauh ke dalam wilayah Lebanon.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia