Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Unram rancang sistem mitigasi kebakaran saat rekonstruksi Kampung Sade

NadiKabar Biro
Unram rancang sistem mitigasi kebakaran saat rekonstruksi Kampung Sade
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Unram rancang sistem mitigasi kebakaran saat rekonstruksi Kampung Sade.

Mataram - Universitas Mataram (Unram) merancang sistem mitigasi kebakaran melalui Sade Integrated Recovery & Reconstruction Masterplan dalam proses rekonstruksi Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Tim Cepat Tanggap (TCT) Sade Uram Rini Srikus Saptaningtyas mengatakan rekonstruksi tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali bangunan yang terbakar, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan kawasan.

"Keamanan dalam arti yang semula listrik asal tempel sana-sini, nanti kami setting," ujar dia di Mataram, Sabtu.

Rekonstruksi Sade berada di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi NTB melalui Asisten II Sekda NTB dengan kepala desa dan kepala dusun mewakili masyarakat. Dalam penyusunan rencana induk, UGM berperan memberikan supervisi, sedangkan Unram mengerjakan kajian serta rancangan teknis.

Menurut dia, salah satu rancangan yang disiapkan adalah sistem kelistrikan bawah tanah untuk mengurangi risiko kebakaran. Sistem tersebut dirancang oleh tim teknik mesin dan elektro Unram sebagai bagian dari rencana induk.

Selain kelistrikan, Unram sedang mengkaji pemasangan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap bale serta sistem sprinkler otomatis yang dapat mengeluarkan air ketika mendeteksi asap atau suhu tertentu.

Hidran juga menjadi salah satu alternatif perlindungan kebakaran yang masih dibahas. Tim juga merancang jalur keluar tambahan di sisi lain kawasan Sade untuk memperkuat akses evakuasi.

"Jadi enggak lagi nanti orang keluar balik lagi ke tempat kita masuk, tapi ada jalan keluar di samping kanan itu," kata Rini.

Selain mitigasi kebakaran, tim melakukan pemetaan kontur kawasan untuk merancang sistem drainase. Perancangan tersebut didasarkan pada hasil survei lapangan yang mencakup kondisi teknis, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Meski menerapkan sejumlah unsur keselamatan baru, rekonstruksi tetap mempertahankan karakter arsitektur tradisional Sade.

Rini mengatakan bentuk bale, bale tani, bale bonter, bale kodong, sekenem, dan berugak tetap mengacu pada bentuk asli serta kearifan lokal masyarakat.

Pendekatan tersebut membuat rekonstruksi tidak mengubah identitas bangunan tradisional Sade. Penyesuaian dilakukan terutama untuk memenuhi kebutuhan keamanan dan kenyamanan masyarakat tanpa menghilangkan bentuk dasar bangunan.

Saat ini, Unram bersama pihak terkait masih menyelesaikan Sade Integrated Recovery & Reconstruction Masterplan. Dokumen tersebut ditargetkan rampung pada akhir September dan menjadi dasar teknis pelaksanaan rekonstruksi kawasan Sade pasca-kebakaran.

Penyusunan rencana induk dilakukan berdasarkan hasil pemetaan dan kajian lapangan, sehingga rancangan tidak hanya mencakup bangunan yang terbakar, tetapi juga penataan kawasan secara keseluruhan.

Ia menegaskan seluruh proses rekonstruksi tetap mempertimbangkan kearifan lokal masyarakat Sade.

"Jadi kita tetap mengacu asal mula bale yang awal itu seperti apa. Jadi kita malah membalikkan lagi ke kondisi semula," demikian Rini.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia