Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Volatilitas pasar mempengaruhi investasi industri asuransi jiwa

NadiKabar Biro
Volatilitas pasar mempengaruhi investasi industri asuransi jiwa
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Volatilitas pasar mempengaruhi investasi industri asuransi jiwa.

Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan kinerja investasi industri asuransi jiwa pada semester I-2026 yang mencapai Rp564,42 triliun atau tumbuh 2,4 persen meskipun menghadapi dinamika volatilitas pasar keuangan.

Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI Meylindawati Tjoa mengatakan dalam menghadapi dinamika pasar, industri mempertahankan strategi investasi yang memperhatikan profil risiko, kebutuhan kewajiban jangka panjang, serta prinsip kehati-hatian.

“Kinerja dalam kurun waktu tertentu saja tidak dapat disimpulkan dari siklus pasar secara keseluruhan. Karena itu, pendekatan industri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, diversifikasi, dan kesesuaian antara aset dan kewajiban,” kata Meylindawati dalam konferensi pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Semester I-2026, di Jakarta, Senin.

Meylindawati mengatakan total aset industri asuransi jiwa mencapai sekitar Rp645,08 triliun pada semester I-2026, tumbuh 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara hasil investasi yang pada semester I-2025 tercatat positif Rp16,19 triliun menjadi negatif Rp2,47 triliun pada semester I-2026. AAJI mengatakan perubahan hasil investasi pada semester I-2026 perlu dilihat dalam konteks kondisi pasar keuangan dan karakter investasi industri asuransi jiwa yang berorientasi jangka panjang.

Ia mengatakan dalam menghadapi dinamika pasar, industri asuransi jiwa perlu melakukan strategi dengan struktur portofolio yang terdiversifikasi di berbagai instrumen investasi.

Surat Berharga Negara (SBN) menjadi instrumen dengan penempatan terbesar, mencapai Rp251,64 triliun atau sekitar 44 persen dari total investasi industri. Selain SBN, industri juga mempertahankan diversifikasi melalui saham dengan porsi sekitar 18 persen, reksa dana 12 persen, dan surat utang korporasi sekitar 10 persen. Portofolio lainnya mencakup deposito, tanah dan bangunan, serta penyertaan langsung.

“Penempatan yang besar pada SBN menjadi bagian dari upaya industri menjaga stabilitas portofolio, sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan pemerintah,” katanya pula.

Meylindawati mengatakan komposisi ini menunjukkan bahwa industri memperkuat porsi instrumen yang relatif stabil, namun tetap menjaga diversifikasi. Bagi industri asuransi jiwa, strategi investasi tidak hanya diarahkan untuk mengejar hasil jangka pendek, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas dan kewajiban kepada pemegang polis.

Ia mengatakan industri asuransi jiwa tetap memiliki kapasitas yang kuat dalam mengelola dana jangka panjang. Pertumbuhan aset dan investasi di tengah dinamika pasar menunjukkan fondasi keuangan industri tetap terjaga.

AAJI menilai konsistensi penerapan prinsip kehati-hatian, diversifikasi portofolio, serta kesesuaian antara aset dan kewajiban menjadi kunci untuk menjaga ketahanan investasi dalam menghadapi perubahan kondisi pasar, sekaligus mendukung pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia