Jakarta - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi dan mengapresiasi praktik baik kolaborasi masyarakat, perusahaan dan pemerintah untuk memadamkan api.
Menurut keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz menyatakan bahwa upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan dari PT Wirakarya Sakti (WKS), Masyarakat Peduli Api, BPBD, TNI/Polri, dan masyarakat sekitar menjadi praktik baik yang patut dicontoh dalam penanganan karhutla, khususnya di lahan gambut.
"Saya lihat tadi best practice yang dilakukan oleh PT WKS di Desa Parit Culum, mereka mengambil air dari Sungai Batang Hari lalu estafet sepanjang 11 km dengan beberapa pompa yang dibawa ke sekat kanal di daerah yang ada titik kebakaran," jelas Wamen Diaz.
Lahan gambut yang terbakar di Desa Parit Culum I memerlukan pasokan air dalam jumlah yang cukup besar. Untuk itu, metode sekat kanal diimplementasikan guna mempertahankan ketersediaan air di area yang terbakar. Dalam pelaksanaannya, PT WKS menyalurkan air dari Sungai Batang Hari menuju area kebakaran menggunakan sistem estafet pompa.
Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 6–7 hari hingga air dapat mencapai area kebakaran, dan proses pemompaan masih terus dilakukan hingga saat ini.
Titik kebakaran di Desa Parit Culum I pertama kali diidentifikasi di luar wilayah konsesi pada 27 Agustus 2026 dan segera ditangani pada hari yang sama. Pemadaman di permukaan lahan membutuhkan waktu sekitar empat hari.
Sementara itu, proses pembasahan menggunakan sambunesia atau alat semprot pemadaman masih terus dilakukan untuk menjangkau lapisan gambut yang lebih dalam dan sulit dipadamkan dengan metode seperti water bombing. Usai melakukan peninjauan, Wamen Diaz mengumpulkan perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar titik hotspot untuk melakukan koordinasi.
Dalam pertemuan tersebut, Wamen Diaz mengajak perusahaan untuk turut mendukung upaya pengendalian karhutla di Jambi, salah satunya melalui pembangunan sekat kanal serta dukungan terhadap distribusi air ke area terdampak.
"Saya minta beberapa perusahaan di Jambi untuk ikut membantu bangun sekat kenal dan membantu transfer air dari sungai (Batang Hari), kita sudah ada best practice-nya, semoga dengan ini, kebakaran lahan gambut bisa diselesaikan," demikian Diaz Hendropriyono.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.