Jakarta - Platform jejaring sosial, X, mengakui banyak akun pengguna X yang ditargetkan oleh para peretas atau penyerang siber usai layanan X Money dirilis.
Hal ini muncul setelah banyak pengguna X melaporkan menerima email pengaturan ulang kata sandi mereka meski tidak memintanya.
Laporan TechCrunch, Selasa (1/9) waktu setempat, menyebutkan Product Engineer X Mridul Singhai mengunggah pernyataan bahwa perusahaan kini aktif menyelidiki masalah tersebut dan sejauh ini belum menemukan bahwa peretasan itu berhasil.
"Para peretas tampaknya percaya bahwa sekarang setelah @XMoney tersedia secara luas, mereka dapat memperoleh akses tidak sah ke akun,"tulisnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, "Kami sedang aktif menyelidiki masalah ini dan sejauh ini belum menemukan bukti adanya pelanggaran. Kami mohon maaf atas banyaknya email yang kami kirimkan dan menghargai kesabaran Anda. Saat ini kami berupaya menyelesaikan masalah ini."
X Money merupakan layanan pembayaran baru yang diluncurkan oleh X mencakup kartu bank dan manfaat lainnya.
Bagi platform milik pebisnis Elon Musk itu, X Money berguna untuk mempermudah para kreatornya untuk mengumpulkan pembayaran di platform sehingga memfasilitasi berjalannya ekonomi digital di X.
Dengan adanya indikasi perputaran uang di platform, hal ini jelas menarik pelaku kejahatan untuk beraksi. Maka dari itu X berkesimpulan hal itulah yang mungkin melatarbelakangi penargetan pencurian akun para pengguna X.
Di sisi lain, Penasihat Umum X James Burnham mengutuk aksi para peretas yang mencoba menargetkan pengguna X. Ia bahkan menyebut akan membidik para pelaku penyerangan itu ke ranah hukum.
"Tim hukum dan keamanan @X tidak akan berhenti sampai mereka mengidentifikasi, menemukan, dan menuntut secara pidana siapa pun, di mana pun, di bumi atau di luar bumi yang mencoba memburu pengguna platform kami," katanya.
Meski tengah diselidiki, serangan yang meminta pengubahan ulang kata sandi pengguna X terus bermunculan.
Para pengguna di X secara aktif mengingatkan satu sama lain untuk mengaktifkan langkah-langkah perlindungan akun seperti otentikasi dua faktor apabila belum mengaktifkannya.
Grok yang merupakan chatbot milik X juga turut membalas unggahan-unggahan yang mempertanyakan serangan siber itu. AI itu mengonfirmasi memang ada serangan namun sejauh ini belum ada peretasan dalam jumlah besar yang berhasil terjadi.
Chatbot itu turut menyarankan pengguna X untuk melakukan langkah-langkah pengamanan dengan memberikan cara mengaktifkan fitur tersebut.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.