Istanbul - Militer Yordania menyatakan pada Senin pagi bahwa mereka telah mencegat delapan rudal yang melanggar ruang udara negara tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, pihak militer menyebutkan bahwa rudal-rudal tersebut berhasil dihancurkan sebelum menimbulkan ancaman bagi warga sipil maupun properti.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menembakkan rudal balistik ke Pangkalan Udara AS King Hussein dan Azraq di Yordania, sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat ke Pulau Larak milik Iran.
IRGC menyebutkan serangan tersebut melibatkan rudal dan drone yang menargetkan infrastruktur serta area tempat jet-jet tempur ditempatkan, dan mengklaim telah menyebabkan kerusakan berat.
Pada Minggu, pasukan AS menggempur dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak, yang menandai serangan pertama ke wilayah Iran sejak akhir Juli, ungkap seorang pejabat AS kepada Axios.
Peluncur-peluncur tersebut diduga sedang disiapkan Iran untuk menembakkan roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz.
IRGC menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas serta luka-luka dalam serangan itu, dan berjanji akan membalasnya.
Ketegangan antara Teheran dan Washington tetap tinggi sejak perang pecah akibat serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Meskipun kerangka kesepakatan telah ditandatangani pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, AS memulai kampanye pengeboman selama dua minggu dan kembali menerapkan blokade laut pada Juli setelah timbul perselisihan terkait navigasi di selat tersebut.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.