JAKARTA — Tidak ada yang mustahil dalam sepak bola, tetapi kekuatan Persib Bandung mengerikan. Bisakah dominasi Maung Bandung dihentikan?
Yang pasti, Persib tiga kali juara liga bersama Bojan Hodak. Pada musim ini pria asal Kroasia itu tidak lagi menempel di dalam tim. Asisten Hodak, Igor Tolik, naik pangkat menjadi pelatih kepala.
Secara umum filosofi permainan Persib tidak akan jauh berbeda. Akan tetapi, beda tangan beda pula kelembutannya. Sentuhan Tolic belum tentu sama bertuahnya dengan Hodak.
Hal tersebutlah yang menjadi titik keraguan. Setidaknya, dalam masa persiapan menuju Super League 2026, salah satunya Piala Presiden 2026, permainan Persib belum meyakinkan.
Bahkan, saat melawan Manila Digger dalam play off AFC Champions League Two (ACL 2), Persib kepayahan. Pangeran Biru mendominasi permaninan, tetapi lini depan agak tumpul.
Dari 11 pemain asing Persib, lima di antaranya skuad musim lalu dan enam lainnya baru, yakni Mariano Peralta, Luka Menalo, Daniel Loncar, Gabriel Mutombo, Gakuto Notsuda, dan Balsa Sekulic.
Persib juga mendatangkan pemain Timnas Indonesia berstatus naturalisasi: Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh. Ini menambah panjang daftar pemain naturalisasi di tubuh Persib.
Musim sebelumnya Persib mendatangkan Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx. Nama terakhir dipinjamkan ke Persita Tengarang pada musim ini.
Sebelum itu ada pemain naturalisasi lainnya, Mac Klok. Pemain berposisi gelandang ini bahkan menjadi kapten tim. Hadirnya lima pemain naturalisasi ini membuat Persib makin kuat.
Selain itu Persib punya pemain dengan label tim nasional Indonesia, seperti Beckham Putra, Saddil Ramdani, Kakang Rudianto, Adam Alis, Dedi Kusnandar, dan Teja Paku Alam.
Bisa dibilang skuad Persib pada musim ini lebih solid dibanding musim sebelumnya. Karenanya pula tim lainnya yang ingin menghentikan dominasi Persib harus kuat mental dan finansial.
Sekilas, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta akan menjadi penantang serius Persib dalam perburuan gelar juara. Ulang tahun klub dan kota jadi salah satu faktornya.
Klub seperti Bhayangkara FC, Borneo FC, Dewa United, hingga Arema FC, berpotensi menghadirkan kejutan. Ini semua tergantung dari konsistensi klub dalam melakoni 34 pertandingan.
Satu yang pasti, skuad Persib sangat kaya dan dalam dibanding klub lainnya. Jika tidak bisa menghadirkan stabilitas permainan, ambisi menghentikan dominasi Persib hanya ilusi.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.