Pelatih kawakan yang pernah menjadi kapten Timnas Indonesia U-19, Iwan Setiawan, mengembuskan napas terakhir pada Kamis (3/9) pagi.
Iwan merupakan sosok yang terkenal sebagai pelatih. Pasalnya banyak klub-klub dan pemain-pemain di Indonesia yang sudah merasakan polesannya.
Jauh sebelum berada di pinggir lapangan, Iwan lebih dulu berstatus sebagai pemain. Tak main-main, Iwan bisa menembus level timnas di era junior.
Tercatat Iwan pernah membela Timnas Indonesia U-16 dan U-19 pada era 1980-an. Pada momen tersebut, Iwan mengenakan jersey Merah Putih dan bahu membahu menjadi tulang punggung Garuda Muda bersama pemain-pemain macam Noah Meriem, Frans Sinatra Huwae, dan Tiastono Taufik.
Iwan bahkan sempat mengenakan ban kapten ketika membela Timnas Indonesia U-19.
Potensi Iwan sebagai pemain tidak bertahan sampai level senior. Meski sempat merasakan bermain di Pelita Jaya, Arseto, dan Persija, Iwan gagal mencapai puncak kejayaan lantaran cedera.
Menutup karier sebagai pemain, Iwan mantap memilih profesi pelatih. Setelah mendapat lisensi pelatih AFC, Iwan melatih tim junior Persija pada 1997.
Persikabo, Persijatim Solo, Persekaba, dan PSBL Langsa jadi pelabuhan karier Iwan sebelum dipercaya menangani Timnas Indonesia U-23 pada 2004.
Setelah itu Iwan melanjutkan jejak karier sebagai pelatih di Persibom, PSMS, dan Persijatim Solo. Iwan kembali ke Persija pada musim 2010/2011 dan 2012/2013.
Sempat bolak-balik dari Borneo ke Persela, Iwan juga sempat menangani Persebaya dan kemudian meniti karier di Serpong City, PS Siak, Persibo, PSBL Langsa, Persema, dan terakhir menangani Sriwijaya FC pada musim lalu.
Sebagai pelatih, Iwan pernah dikenal sebagai sosok yang blak-blakan. Bahkan Iwan sempat punya julukan Mourinho Indonesia karena komentar-komentarnya.
Iwan pernah menyatakan dirinya kurang nyaman dengan julukan itu karena ia hanya ingin menjadi diri sendiri alih-alih disamakan dengan orang lain.
Dari sisi penampilan sebagai pelatih, Iwan juga punya ciri khas dengan baju koko yang jadi pilihannya saat menemani anak asuhnya bertanding.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.