Jakarta, CNBC Indonesia - James Strawn telah bekerja di Adobe sebagai teknisi selama 25 tahun. Kemudian, ia terkena PHK setelah menghabiskan waktu seperempat abad di beberapa departemen perusahaan tersebut.
Terakhir, ia menjabat sebagai engineer senior untuk kualitas perangkat lunak (Senior Software Quality Engineer) di bagian Adobe Digital Video. Tugas utamanya adalah mengawasi penjaminan kualitas (QC) untuk sejumlah proyek yang mencakup rangkaian aplikasi Adobe, termasuk integrasi AI dalam perangkat lunak pengeditan, serta aksesibilitas pengguna.
Tahun lalu menjadi tahun terakhirnya di Adobe. Setelah di-PHK, ia memilih pekerjaan yang sangat jauh dari profesi lamanya, yaitu menjadi sopir bus sekolah.
"Setelah lebih dari setahun yang panjang dan sulit mencari kerja, serta mengalami demoralisasi dan diskriminasi di industri teknologi tinggi, saya dengan senang hati berbagi bahwa babak baru hidup saya dimulai!" tulisnya dalam sebuah unggahan di akun LinkedIn miliknya, dikutip dari Mashable, Rabu (26/8/2026).
Ia mengakui bahwa gajinya jauh lebih rendah dari pekerjaan sebelumnya. Namun, menjadi sopir bus sekolah dirasakannya sangat menyenangkan karena anak-anak dan rekan kerjanya sangat baik.
Dalam unggahan tersebut, James tak lupa menyinggung Adobe. Menurutnya, perlakuan yang diterimanya dari perusahaan lama justru mengarahkannya ke masa depan yang lebih baik.
"Kepada mereka di perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya yang mengabaikan, menjatuhkan, dan akhirnya memecat saya: terima kasih, namun hanya karena telah menunjukkan kepada saya jalan menuju masa depan yang lebih baik," tulisnya.
"Orang-orang seperti Anda yang membuat saya senang karena akan mengemudikan bus sepanjang 40 kaki, bukan mengendalikan komputer," lanjutnya.
James juga menyampaikan pesan kepada para pemberi kerja yang pernah mengabaikan lamarannya agar dapat memperlakukan pencari kerja dengan lebih baik lagi.
"Kepada calon pemberi kerja dan perekrut yang telah menyaring lamaran saya, mengabaikan pertanyaan langsung saya, atau bahkan tidak datang saat wawancara, saya harap industri ini bisa menemukan jalan untuk memperlakukan orang dengan lebih baik," tuturnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.