Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Teknologi

AI Bisa Bikin Ekonomi Dunia Tambah US$15,7 Triliun, RI Kebagian Apa?

B
AI Bisa Bikin Ekonomi Dunia Tambah US$15,7 Triliun, RI Kebagian Apa?
Dokumentasi dan liputan mendalam NadiKabar.com terkait AI Bisa Bikin Ekonomi Dunia Tambah US$15,7 Triliun, RI Kebagian A...

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus menggenjot transformasi digital sebagai salah satu strategi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8%. Pengembangan artificial intelligence (AI), pusat data (data center), teknologi digital twin, hingga industri semikonduktor dipandang menjadi fondasi ekonomi Indonesia ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perkembangan AI memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Secara global, AI diperkirakan dapat memberikan tambahan nilai ekonomi hingga US$15,7 triliun pada 2030.

"Secara global, AI berpotensi menambah US$15,7 triliun terhadap perekonomian dunia pada 2030," kata Airlangga saat memberikan sambutan secara daring dalam the 13th International Conference on ICT for Smart Society (ICT4S) yang diselenggarakan AISX Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (26/8/2026).

Ia mengutip data PricewaterhouseCoopers (PwC) yang menunjukkan industri dengan tingkat paparan AI tinggi telah mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 27%.

Indonesia pun dinilai memiliki momentum kuat dalam pemanfaatan AI. Airlangga menyebut pendapatan dari fitur berbasis AI di Indonesia tumbuh 127% secara tahunan pada semester I-2025. Angka tersebut menjadi salah satu indikator kuatnya momentum komersial AI di Indonesia di kawasan ASEAN.

Airlangga mengatakan potensi tersebut didukung oleh besarnya ekosistem digital Indonesia.

Nilai ekonomi digital Indonesia kini telah mendekati US$100 miliar berdasarkan Gross Merchandise Value (GMV), sekaligus menjadi yang terbesar di ASEAN. Ekosistem tersebut ditopang sekitar 235 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi mencapai sekitar 81%.

Pemerintah ingin kekuatan ekonomi digital tersebut tidak berhenti pada aktivitas konsumsi digital, tetapi menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, pemerintah mendorong integrasi antara data center, AI, dan semikonduktor untuk menopang target pertumbuhan ekonomi 8%.

"Ekosistem tersebut diarahkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% melalui integrasi data center, AI, dan semikonduktor," jelas Airlangga.

Pemerintah juga menargetkan pengembangan sekitar 600 ribu profesional digital setiap tahun. Selain itu, lebih dari 8.000 lapangan kerja teknologi ditargetkan tercipta di kawasan seperti Nongsa.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengubah bonus demografi Indonesia menjadi digital dividend.

80% Pengguna Internet RI Sudah Pakai AI

Airlangga juga mengungkapkan tingkat adopsi AI di Indonesia semakin tinggi. Sekitar 80% pengguna internet di Tanah Air disebut telah menggunakan fitur AI dalam aktivitas sehari-hari. Pemanfaatannya pun mulai meluas ke berbagai sektor ekonomi.

Di sektor pertanian, misalnya, AI digunakan melalui konsep smart farming dan agricultural drones. Di sektor kesehatan, teknologi digital mulai digunakan untuk mendukung layanan kesehatan.

Sementara di sektor industri, AI berbasis cloud digunakan untuk melakukan pemantauan secara real-time pada lini produksi baterai kendaraan listrik.

Selain AI, pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi digital twin untuk menghubungkan ekosistem digital dan fisik. Teknologi tersebut antara lain diarahkan untuk mendukung pengembangan konsep smart city di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan modernisasi infrastruktur ketenagalistrikan.

Untuk mempercepat pengembangan AI, Airlangga mengatakan pemerintah fokus pada tiga pilar utama, yakni infrastruktur, talenta, dan investasi.

Dari sisi infrastruktur, pemerintah terus memperkuat ketersediaan energi bersih dan infrastruktur digital. Salah satunya melalui pengembangan data center.

Indonesia kini menjadi salah satu tujuan investasi utama data center di ASEAN, dengan kapasitas pipeline mencapai 1,17 gigawatt (GW).

Sementara dari sisi talenta, pemerintah memperluas program pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital melalui Tech Indonesia Singapore Program dan Digital Talent Scholarship.

Pemerintah juga menyediakan insentif super tax deduction hingga 200% bagi industri yang menyelenggarakan kegiatan vokasi.

Pada sisi investasi, pemerintah memperkuat kerja sama strategis untuk membangun ekosistem AI dan semikonduktor nasional.

Kemitraan Danantara dengan Arm Limited, misalnya, diarahkan untuk melatih sebanyak 15.000 insinyur Indonesia.

Sementara kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat melalui Joint Development Agreement pada Februari 2026 membuka investasi awal US$4,89 miliar untuk pengembangan kawasan Galang sebagai klaster semikonduktor terpadu.

RI Dorong Ekonomi Digital ASEAN US$2 Triliun

Indonesia juga memperkuat kerja sama digital di tingkat regional dan global.

Airlangga mengatakan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ditargetkan ditandatangani pada November 2026. Kesepakatan tersebut diproyeksikan dapat menggandakan nilai ekonomi digital ASEAN menjadi sekitar US$2 triliun.

Di tingkat global, Indonesia juga bergabung sebagai anggota pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO) bersama 28 negara.

Keanggotaan tersebut diharapkan memperkuat peran Indonesia dalam pembentukan standar AI global sekaligus membuka ruang kerja sama pengembangan teknologi AI.

Airlangga menegaskan transformasi digital pada akhirnya tidak boleh hanya mengejar adopsi teknologi. Teknologi harus mampu diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas, daya saing, kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat.

"Yang terpenting adalah bagaimana kita mengubah AI, digital twin, dan teknologi digital menjadi manfaat nyata bagi produktivitas, daya saing, pelayanan publik, serta kualitas hidup masyarakat," pungkasnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Teknologi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia