Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Teknologi

AI Ikut Jualan di Ecommerce, Pedagang Bingung Malah Bikin Rugi

NadiKabar Biro
AI Ikut Jualan di Ecommerce, Pedagang Bingung Malah Bikin Rugi
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait AI Ikut Jualan di Ecommerce, Pedagang Bingung Malah Bikin Rugi.

Jakarta, CNBC Indonesia - Video promosi AI banyak beredar di eCommerce. Ternyata video-video ini merugikan pemilik atau penjual produk yang ada di dalamnya.

Video berbasis AI itu kerap menampilkan informasi yang salah, mengubah tampilan asli barang, hingga menyesatkan para pembeli.

Inilah yang dirasakan Xie Shi Min. Penulis asal Singapura terkejut menemukan video promosi bukunya di Shopee, namun dengan ilustrasi sampul yang berbeda dengan aslinya.

Salah satu yang berubah adalah pedang yang berada di sampul. Kini menjadi sebatang tongkat.

Selain itu avatar AI dalam video menyebutkan para pembeli dapat mencium bau durian dari halaman buku tersebut. Padahal kata durian hanya dituliskan sekilas dan tidak terkait dengan cerita buku.

Informasi keliru lain soal peruntukkan buku. Video itu menyebutkan buku untuk anak-anak, yang sebenarnya berisi trauma lintas generasi dan kekerasan.

"Sampul buku yang telah dirancang dengan penuh ketelitian harus rusak sedemikian rupa. Melihat karya saya diubah sembarangan oleh AI sungguh terasa seperti penghinaan," ungkap Xie Shi Min, dikutip dari Channel News Asia.

Pemilik studio desain produk kertas Helumi, Koh Wan Yi juga mengalami kasus serupa. Dia menemukan video AI berisi kalender tahunan dan stiker buatan yang beredar di TikTok Shop.

Namun produknya ditampilkan dalam ukuran berlebihan dan warna yang salah. Pembelipun kecewa saat menerima barangnya karena tidak sesuai dengan isi video.

Bahkan beberapa video muncul dalam bahasa asing.

=Koh telah meminta TikTok memblokir pembuat video. Namun dia disarankan mematikan fitur kerja sama terbuka.

Jika ini dilakukan maka akan memutus akses seluruh pembuat konten. Khususnya pihak lain yang bekerja sama dnegan baik.

Penerbit buku Epigram Books juga telah melaporkan 10 video bermasalah sejak Maret 2026. Setengah tahun berlalu tidak ada kepastian nasib video tersebut.

Bahkan lebih banyak video AI serupa yang menggantikan video yang diblokir.

Shopee mengatakan video produk bisa berisi konten dari berbagai sumber. Termasuk yang dibuat pengguna dan AI.

Penjual diimbau melakukan pelaporan konten yang melanggar kebijakan. Namun tidak ada penjelasan apakah penjual diberitahu saat video AI dipasang dalam laman produk mereka, termasuk tidak memberikan opsi menghapus atau menggantinya.

TikTok Shop juga telah buka suara terkait masalah ini. Platform mengatakan konten AI dipastikan tunduk pada pedoman komunitas dan bisa dilaporkan jika menyesatkan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Teknologi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia