Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena 'dracin' dalam bentuk mikrodrama yaitu cerita bersambung berdurasi satu hingga dua menit yang dirancang khusus untuk HP, mulai menarik bintang Hollywood. James Franco hingga Kim Kardashian ikut terjun membintangi maupun mendirikan platform mikrodrama sendiri.
Data terbaru menunjukkan pengguna di Amerika Serikat kini menghabiskan waktu lebih lama menonton mikrodrama di HP dibandingkan menonton Netflix. Rata-rata pengguna aplikasi mikrodrama seperti ReelShort menonton hingga 35,7 menit setiap harinya melalui HP atau tablet. Sementara itu, Netflix hanya ditonton rata-rata 24,8 menit, Amazon Prime Video 26,9 menit, dan Disney+ 23 menit per hari. Artinya, cerita pendek yang berdurasi satu hingga dua menit itu ternyata jauh lebih menarik perhatian dibandingkan serial mahal yang diproduksi puluhan juta dolar.
Omdia memperkirakan pasar mikrodrama dunia telah mencapai valuasi US$ 11 miliar atau sekitar Rp 158 triliun pada tahun 2025 dan diperkirakan tumbuh menjadi US$ 14 miliar atau sekitar Rp 202 triliun pada 2026. Dari jumlah itu, pasar di luar China akan menyumbang US$ 3 miliar, dan Amerika Serikat kini menjadi pasar terbesarnya dengan menyumbang separuh pendapatan internasional atau sekitar US$ 1,5 miliar pada tahun ini.
Karena ceritanya pendek, biaya pembuatan mikrodrama jauh lebih murah dan proses pengerjaannya jauh lebih cepat dibandingkan film atau serial biasa. Inilah yang membuat bintang-bintang Hollywood mulai melirik bidang ini. Mereka melihat peluang untuk berkreasi tanpa biaya produksi yang membengkak, sekaligus menjangkau jutaan penonton yang setiap hari menatap layar ponselnya.
Berikut nama-nama besar yang telah terjun ke dunia mikrodrama, meurut Tech Crunch:
Maria Rua Aguete, kepala divisi media dan hiburan Omdia, menyatakan bahwa mikrodrama bukan lagi sekadar tren sesaat.
"Mereka sedang mengubah cara orang menikmati cerita di layar HP. Bukan berarti orang berhenti menonton film panjang, kini mereka juga menginginkan cerita yang dapat dinikmati kapan saja, dalam waktu singkat, langsung di genggaman tangan," ujarnya.
Bagi Indonesia yang memiliki jumlah pengguna HP sangat besar dan kebiasaan menonton lewat gadget terus meningkat, peluang ini sangat terbuka lebar. Cerita pendek yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia dapat menjangkau puluhan juta penonton dengan biaya produksi yang jauh lebih terjangkau.
Bukan tidak mungkin, dalam waktu dekat kita akan melihat bintang-bintang film Indonesia mulai ikut membintangi serial pendek di layar ponsel, dan mungkin juga mendirikan platform sendiri.
Intinya, orang tidak lagi hanya menonton cerita panjang di layar besar. Mereka kini juga ingin cerita yang datang kepadanya, tepat di genggamannya, cukup satu atau dua menit, namun tetap penuh kejutan dan ketegangan. Siapa sangka, masa depan perfilman dunia ternyata tidak lagi di layar bioskop, tetapi di HP yang kita bawa ke mana-mana.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.