JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan perihal langit Pontianak, Kalimantan Barat, pekat kuning kecokelatan. Warna langit di kota tersebut tak lepas dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi hingga saat ini.
Dari sebuah foto yang beredar, terlihat langit di Kota Pontianak berwarna kuning imbas asap Karhutla. Kondisi asap karhutla juga membuat jarak pandang di wilayah udara Kalbar berkurang.
"Berdasarkan pemantauan BMKG Kalimantan Barat, kondisi langit Pontianak yang terlihat kekuningan siang ini berkaitan dengan keberadaan asap dan tingginya konsentrasi partikulat di atmosfer," kata ahli meteorologi dan prakirawan cuaca BMKG, Adinda Dara Vahada, dilansir daridetik.com, Sabtu (29/8).
Adinda menerangkan hasil observasi di Stasiun Meteorologi Maritim Dwikora Pontianak pada pukul 10.00 WIB menunjukkan kondisi udara kabur dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer (km).
Kondisi tersebut diperkuat oleh citra satelit Himawari-9 BMKG pukul 13.00 WIB yang mendeteksi adanya sebaran asap di wilayah Kalimantan Barat, dengan pergerakan dominan ke arah barat laut hingga utara.
"BMKG juga mendeteksi adanya transboundary haze dari Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia," ucap dia.
Kata dia, asap di atmosfer dapat memengaruhi proses hamburan cahaya matahari, selain juga jarak pandang. Ia menjelaskan asap dan partikel polusi udara turut memicu langit Kota Pontianak terlihat berwarna kekuningan.
"Akibatnya, cahaya yang sampai ke permukaan dapat tampak lebih redup dan berwarna kekuningan hingga jingga, sehingga suasana pada siang hari dapat terlihat seperti menjelang sore. Kondisi ini juga sejalan dengan pemantauan PM2.5 di sejumlah wilayah Kalimantan Barat yang menunjukkan konsentrasi partikulat cukup tinggi," jelas Adinda.
Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani membagikan data kondisi jarak pandang di Kalbar per Jumat (28/8) sore. Berikut datanya:
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.