Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Teknologi

OpenAI Balik Serang Apple soal Tuduhan Curi Rahasia Dagang

NadiKabar Biro
OpenAI Balik Serang Apple soal Tuduhan Curi Rahasia Dagang
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait OpenAI Balik Serang Apple soal Tuduhan Curi Rahasia Dagang.

JAKARTA — OpenAI balik menyerang Apple terkait tuduhan mencuri rahasia dagang. Mereka menyatakan produsen iPhone ini gagal membuktikan adanya informasi rahasia yang dicuri oleh mantan karyawannya.

"Sengketa ini adalah kekacauan yang diciptakan Apple sendiri, dan mereka berusaha menyalahkan pihak lain," kata OpenAI dalam berkas yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS di California pada Senin (31/8), dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Apple menggugat OpenAI dan dua mantan karyawan Apple, Tang Tan dan Chang Liu, pada bulan Juli lalu. Perusahaan menuduh mereka menyalahgunakan rahasia dagang terkait desain perangkat keras, manufaktur, dan operasi rantai pasokan seiring dengan upaya OpenAI untuk merambah ke perangkat konsumen.

Menurut OpenAI, Apple menggunakan gugatan ini untuk memperlambat pesaing potensialnya serta mencegah karyawannya pindah ke perusahaan lain.

"Karyawan dapat meninggalkan perusahaan seperti Apple yang kesulitan mengadopsi AI dan pindah ke startup menarik yang menggembangkan produk inovatif," tulis OpenAI.

Dalam berkas pengadilan, OpenAI mengakui bahwa mereka telah merekrut sekitar 400 karyawan dari Apple untuk inisiatif perangkat kerasnya.

Secara aturan, kata OpenAI, hukum California mengizinkan karyawan untuk berpindah secara bebas antarperusahaan pesaing.

Gugatan ini menandai eskalasi dramatis ketegangan antar kedua perusahaan. Keduanya menjalin kemitraan pada dua tahun lalu untuk memperluas jangkauan ChatGPT serta membantu Apple memperkuat posisinya di bidang AI.

Namun, hubungan keduanya dengan cepat memburuk seiring dengan sengitnya persaingan di industri AI.

Pada gugatan awalnya, Apple menyatakan perekrutan karyawan Apple oleh OpenAI merupakan bagian dari strategi laboratorium AI tersebut untuk mengungkap rahasia pesaing.

Apple menyebut Tan dan Liu mengakses berkas internal Apple setelah mereka meninggalkan perusahaan.

Dalam argumen terbarunya, OpenAI mengatakan Apple mendorong karyawannya untuk menggunakan akun iCloud pribadi guna mengakses dokumen kerja Apple serta menjalankan tugas-tugas mereka. Sehingga, menyulitkan karyawan yang keluar untuk memisahkan informasi pribadi dan perusahaan.

Menurut OpenAI, kebijakan Apple yang langsung mengantar karyawan keluar dari lokasi perusahaan tidak memberi mereka cukup waktu untuk mengembalikan perangkat perusahaan, mentransfer berkas internal kembali ke perusahaan atau menyerahkan tanggung jawab.

Dalam berkas pengajuan ini, Liu menyatakan setiap akses terhadap dokumen Apple setelah ia keluar dari perusahaan dilakukan untuk membantu rekan kerja di Apple menemukan berkas atau menjawab pertanyaan terkait pekerjaan di Apple.

Menurutnya pengakuannya, karyawan Apple berulang kali menghubunginya untuk meminta bantuan setelah ia keluar.

Di samping itu, Tan menyatakan bahwa dirinya mengembalikan prototipe Apple sebelum keluar dan hanya menyimmpan materi yang tidak rahasia, termasuk daftar periksa keluar karyawan yang tidak bersifat rahasia.

"Apple mungkin tidak menyukai pilihan-pilihan tersebut. Namun, Apple tidak dapat mengklaim bahwa pilihan-pilihan tersebut melanggar hukum, dan tidak dapat menggunakan prosedurnya sendiri yang ceroboh untuk menyalahkan pihak lain atas kekacauan yang diciptakannya sendiri," kata OpenAI.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Teknologi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia