Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Teknologi

Pakar Bedah Motif di Balik Foto AI Trump Bareng Eks Presiden AS

NadiKabar Biro
Pakar Bedah Motif di Balik Foto AI Trump Bareng Eks Presiden AS
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pakar Bedah Motif di Balik Foto AI Trump Bareng Eks Presiden AS.

JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diketahui mengunggah beberapa gambar dan video hasil kecerdasan buatan (AI) di platform Truth Social. Beberapa pakar menduga postingan tersebut mengandung propaganda politik, pelarian narsistik, atau upaya mendistorsi realitas.

Pada akhir pekan lalu, Trump mengunggah tiga postingan yang menunjukkan dirinya bersama Presiden George Washington sedang menandatangani peta dengan pena bulu, menunggang kuda, dan berjalan-jalan di sekitar ballroom yang ingin ia bangun di Gedung Putih.

Para ahli belum benar-benar yakin apa sebenarnya yang menjadi tujuan Trump mengunggah gambar-gambar AI yang intensitasnya terbilang cukup rutin akhir-akhir ini.

Dikutip dari Huffpost, Profesor Komunikasi di Universitas Rhode Island Rene Hobbs menyatakan unggahan tersebut kemungkinan merupakan upayanya untuk memproyeksikan obsesi Trump terhadap bagaimana ia akan dikenang dalam sejarah.

Namun, kapan postingan-postingan tersebut diunggah juga mengisyaratkan kemungkinan adanya unsur kesengajaan di baliknya.

Trump mengunggah gambar AI dirinya bersama Washington di saat yang bersamaan dengan tersiarnya berita buruk tentang kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln yang sedang ditempatkan di Timur Tengah. Menurut Hobbs, kebetulan ini tidak dapat diabaikan begitu saja.

"Unggahan media sosial ini menggantikan berita yang sesungguhnya," katanya.

Hobbs berpendapat gambar-gambar tersebut sengaja dibuat konyol agar dibagikan, diejek, dan diperdebatkan. Dengan demikian, unggahan tersebut berada di puncak popularitas lini masa media sosial, mengalahkan berita lainnya.

Sementara itu, Profesor Komunikasi di Universitas Illinois Cara Finnegan berpendapat unggahan ini bukan hanya soal pengalihan isu atau narsisme. Ia mengatakan gambar-gambar AI tersebut ditujukan untuk menunjukkan hubungan Trump dengan presiden-presiden sebelumnya, atau bahkan menunjukkan bahwa dirinya setara dengan mereka.

"Dia tidak hanya memosisikan dirinya sebagai 'Saya terkoneksi dengan Washington', dia hampir memosisikan dirinya sebagai rekan Washington," kata Finnegan.

Finnegan menambahkan gambar AI ini juga mungkin dimaksudkan untuk tujuan praktis. Video AI Trump dan Washington di ruang dansa Gedung Putih itu diunggah pada saat yang bersamaan ketika pemerintah mendorong Mahkamah Agung untuk mengizinkan pembangunan dilanjutkan.

"Dia sepertinya menggunakan meme aneh Washington di ruang dansa tersebut untuk mengatakan bahwa Mahkamah Agung seharusnya mendukung ruang dansa karena itu adalah sikap patriotik," tutur Finnegan.

Namun, masih menjadi pertanyaan apakah ini sengaja dikoordinasikan atau tidak.

"Hal itu bisa jadi pengalih perhatian, bisa jadi semacam memperkuat perannya sebagai presiden, bisa jadi terkait dengan keputusan kebijakan. Saya rasa itu bukan kebetulan," tambahnya.

Michael Spikes, seorang asisten profesor dan direktur Program Jurnalisme Teach for Chicago di Northwestern University, juga menyoroti pilihan platform dan kekhawatiran soal gambar AI pada akhirnya dapat menyesatkan.

Menurut Spikes, frekuensi unggahan Trump dapat menyebabkan orang dan media menjadi terbiasa dengan gambar-gambar AI tersebut.

"Kami belum sampai pada tahap di mana gambar yang dihasilkan secara artifisial mulai bermunculan sedemikian rupa sehingga orang-orang bisa tertipu," katanya.

"Dampaknya mungkin akan perlahan memudar seiring berjalannya waktu," imbuhnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Teknologi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia