Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Teknologi

Teleskop Antariksa Baru NASA Meluncur, Sasar Materi Gelap-Eksoplanet

NadiKabar Biro
Teleskop Antariksa Baru NASA Meluncur, Sasar Materi Gelap-Eksoplanet
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Teleskop Antariksa Baru NASA Meluncur, Sasar Materi Gelap-Eksoplanet.

JAKARTA — Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman diluncurkan pada Minggu (30/8) untuk menjelajahi antariksa dan menyelidiki sejarah kosmik. Salah satu misi teleskop ini adalah membantu para astronom mengungkap materi gelap, energi gelap, dan eksoplanet.

Teleskop ini dilengkapi bidang pandang yang luas dengan penglihatan inframerah yang tajam. Roket SpaceX Falcon Heavy menerbangkannya dari Kompleks Peluncuran 39A di Pusat Luar Angkasa Kennedy milik NASA di Florida, Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari situs NASA, proses peluncuran teleskop ini berlangsung sesuai harapan. Tim pengendali darat di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt langsung menerima data telemetri dari Roman tujuh menit setelah peluncuran.

Nicky Fox, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA mengatakan Roman akan menjawab pertanyaan-pertanyaan terdalam umat manusia tentang sejarah kosmik kita.

"Dengan bidang pandang yang luas dan kecepatan survei yang cepat, Roman akan mengantarkan kita ke era penemuan baru dan membuat yang tak terlihat menjadi terlihat, meletakkan dasar bagi pencarian umat manusia akan kehidupan di luar tata surya kita," kata Fox.

Selama peluncuran dan fase orbit awal, Roman menggunakan stasiun bumi dan satelit relai Near Space Network untuk bertukar data pelacakan, telemetri, dan perintah dengan pengendali di darat.

Sekitar 70 menit setelah peluncuran, Deep Space Network mengambil alih komunikasi dan memandu Roman menuju titik Lagrange kedua Matahari-Bumi, atau L2, sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi.

Secara bertahap, Roman terhubung ke jaringan Deep Space Network di Australia, Spanyol, dan California untuk memastikan kontak terus menerus dengan Roman sepanjang perjalanannya.

Pemasangan panel surya observatorium dan pelindung Matahari bagian bawah instrumen juga terkonfirmasi 1 jam 23 menit setelah peluncuran. Antena high-gain dan penutup apertur juga akan siap beberapa hari mendatang.

Instrumen koronograf yang akan menghalangi cahaya silau akan diaktifkan setelah tim dari darat memulai koreksi jalur. Koronograf memungkinkan misi masa depan seperti konsep Observatorium Dunia Layak Huni NASA untuk memotret planet mirip Bumi dalam pencarian kehidupan di alam semesta.

Sementara itu, instrumen utama Wide Field Instrument akan diaktifkan beberapa minggu setelah peluncuran Roman dimulai. Kamera inframerah 300 megapiksel ini memiliki 18 detektor 4K yang akan menghasilkan panorama kosmik yang jernih.

Sebagai informasi, teleskop Roman menggabungkan bidang pandang yang luas dengan penglihatan inframerah yang tajam, dirancang untuk mensurvei alam semesta seribu kali lebih cepat daripada Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA.

NASA memperkirakan akan merilis gambar pertama Roman pada awal 2027 setelah melakukan rangkaian uji coba dan kalibrasi. Roman akan mengirimkan 1,4 terabyte data setiap hari, laju data tertinggi dari semua misi astrofisika NASA hingga saat ini.

Ilmuwan proyek senior Roman di NASA Goddard Julie McEnery menyatakan ini akan menjadi pertama kalinya kita dapat melihat alam semesta dengan kualitas tersebut.

"Tidak ada yang tahu apa lagi yang akan kita ketahui dan lihat pada waktu yang sama tahun depan," katanya.

Roman adalah misi keempat yang diluncurkan NASA menggunakan roket Falcon Heavy. Awal tahun ini, Program Layanan Peluncuran NASA bekerja sama dengan SpaceX untuk mempercepat tanggal peluncuran guna mengakomodasi penyelesaian awal teleskop ruang angkasa tersebut.

Teleskop ini dikelola di NASA Goddard dengan partisipasi dari Jet Propulsion Laboratory milik NASA di California Selatan; Caltech/IPAC di Pasadena, California; Space Telescope Science Institute di Baltimore; dan tim ilmuwan dari berbagai lembaga penelitian.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Teknologi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia