Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Teknologi

Twitter Comeback Jadi Medsos Usai Ditinggalkan Elon Musk

NadiKabar Biro
Twitter Comeback Jadi Medsos Usai Ditinggalkan Elon Musk
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Twitter Comeback Jadi Medsos Usai Ditinggalkan Elon Musk.

JAKARTA — Nama Twitter kembali hadir sebagai platform media sosial setelah ditinggalkan Elon Musk dan diganti menjadi X.

Startup asal Virginia, Amerika Serikat (AS), Operation Bluebird, resmi meluncurkan jejaring sosial baru bernama Twitter.now.

Operation Bluebird sebelumnya berupaya menghidupkan kembali nama dan logo Twitter dengan argumen bahwa identitas serta kekayaan intelektual Twitter telah ditinggalkan pasca Musk mengakuisisi perusahaan pada 2022 dan mengganti namanya menjadi X.

"Kami adalah perusahaan kecil, kami punya investor, dan kami punya produk," kata salah satu pendiri Operation Bluebird Stephen Coates, dikutip dari Ars Technica, Senin (31/8).

"Kami sudah menunggu berbulan-bulan untuk meluncurkannya, dan kami tidak akan menunggu lagi," tambahnya.

Namun, penggunaan nama Twitter ini masih menjadi sengketa hukum.

X Corporation menggugat Operation Bluebird pada akhir tahun lalu dan meminta hakim federal di Delaware mengeluarkan perintah sementara untuk mencegah peluncuran Twitter versi baru tersebut.

Sementara itu, dalam sidang pada April 2026, Hakim Pengadilan Distrik AS Colm Connolly memberikan pandangan sementara bahwa X tampaknya telah melepaskan klaim kekayaan intelektual atas kata "tweet" dan logo burung Twitter.

Hakim juga membuka kemungkinan hal serupa berlaku terhadap kata "Twitter", meski hingga kini belum mengeluarkan putusan tertulis.

Coates, yang kini menjabat general counsel Twitter baru dan pernah menduduki posisi serupa di Twitter sebelum era Musk, menilai pandangan hakim tersebut cukup menjadi lampu hijau untuk meluncurkan layanan.

"Menurut pendapat kami, X telah meninggalkan haknya atas merek dagang Twitter dan tweet," kata Coates.

Meski menggunakan nama Twitter, Operation Bluebird menegaskan platform tersebut tidak memiliki hubungan dengan X Corporation.

Pada situsnya, perusahaan menyebut telah mengambil nama yang ditinggalkan X Corp dan membangunnya kembali melalui Twitter.now.

"Kami bukan X, dan kami tidak berafiliasi dengan X Corp," tulis Operation Bluebird.

X Corporation, Elon Musk, maupun salah satu pengacara X Andrew Mayo belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Ars Technica.

Twitter.now saat ini masih berada pada tahap awal dan baru memiliki ratusan pengguna.

Tampilan dan cara kerjanya menyerupai Twitter versi lama dan berbagai platform turunannya, termasuk fitur balasan dan retweet.

Salah satu fitur baru yang ditawarkan Twitter.now adalah sistem pemeriksa fakta otomatis berbasis Gemini.

Sistem bernama Vera itu disebut sebagai "veracity engine for real-time analysis" dan berjalan pada setiap tweet.

Coates dalam beberapa hari terakhir menguji Vera dengan mengunggah pernyataan yang sengaja dibuat salah.

Salah satu contohnya adalah klaim bahwa George Washington merupakan presiden kedua Amerika Serikat.

"Tujuan pertama kami adalah melihat apakah kami benar-benar bisa menghidupkan kembali town square yang lebih aman dan tidak terlalu berbahaya," kata Coates.

Ia mengatakan platform tersebut mengusung prinsip "freedom of speech and not freedom of reach".

Menurut Coates, pengguna tetap dapat mengatakan apa yang mereka inginkan, tetapi platform tidak ingin secara finansial bergantung pada penyebaran konten viral yang berbahaya atau tidak akurat.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Teknologi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia