NADIKABAR.COM — Dua pemimpin utama gerakan populer Partai Janta Kecoak (CJP) di India, yang dipimpin kaum muda, dijebloskan ke penjara pada Rabu (14/10). Keduanya dituduh masuk tanpa izin ke dalam sebuah properti dan diperintahkan untuk ditahan selama lima hari di penjara oleh pengadilan setempat.

Dituturkan pendiri CJP, Abhijeet Dipke, dalam postingan media sosial, seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (14/10/2026), bahwa Ashutosh Ranka (30) dan Saurav Das (27) "telah ditempatkan dalam tahanan yudisial selama lima hari". Ranka merupakan insinyur yang menempuh pendidikan di Indian Institute of Technology dan London School of Economics yang bergengsi, sedangkan Das pernah bekerja sebagai jurnalis.

Penahanan ini dilakukan saat kepolisian mengambil tindakan semakin keras terhadap unjuk rasa memprotes Komisi Pemilu India (ECI) yang dituduh memanipulasi daftar pemilih, demi menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP, partai berkuasa yang dipimpin Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.

Dalam aksi protes yang juga diikuti oleh partai-partai oposisi India, para demonstran menuntut pengunduran diri Ketua ECI, Gyanesh Kumar.

Partai-partai oposisi dan para pengkritik menyatakan bahwa revisi yang dilakukan oleh ECI terhadap daftar pemilih dapat menghilangkan hak pilih jutaan pemilih di India. ECI telah menepis tuduhan manipulasi, dan menegaskan langkah itu bertujuan menghapus data pemilih ganda dan pemilih yang tidak memenuhi syarat.

Penahanan terhadap Ranka dan Das dilakukan setelah mereka, bersama sejumlah tokoh dan para pendukung Partai Kecoak lainnya, memasuki area Jantar Mantar, lokasi ikonik di New Delhi yang kerap menjadi lokasi unjuk rasa.