Peningkatan produksi ini berbanding lurus dengan kesejahteraan para pahlawan pangan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2026 menembus rekor tertinggi di angka 131,11.
Pencapaian ini didukung kuat oleh berbagai kebijakan pro-rakyat. Salah satunya adalah penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Selain itu, Kementan juga telah menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Kebijakan ini memberikan ruang bagi petani untuk meraup untung lebih besar dan makin bersemangat dalam bertani.
Pada akhirnya, segala capaian di sektor pertanian ini menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan. Penguatan sektor pangan terbukti memainkan peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.