Diketahui, Houthi melakukan serangan ke sejumlah bandara di Arab Saudi. Pada Senin (12/10), Kedubes RI di Riyadh juga telah mengirimkan nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk meminta informasi mengenai ada atau tidaknya korban Warga Negara Indonesia.
KBRI Riyadh juga telah mengecek ke 2 rumah sakit lainnya, yaitu Mouwasat Hospital dan Riyadh Hospital pada Selasa (13/10) untuk memastikan ada atau tidaknya Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam serangkaian serangan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kedua Rumah Sakit tersebut, tidak ada WNI yang menjadi korban.
Lebih lanjut, KBRI Riyadh juga mengimbau WNI untuk tidak mengambil foto, merekam, menyebarkan atau membagikan informasi terkait penangkisan serta lokasi jatuhnya rudal dan drone yang dilakukan Arab Saudi. KBRI mengingatkan akan ada sanksi dari otoritas setempat pagi yang melanggar.
"Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan pembatasan terkait pengambilan dan penyebaran foto/video kejadian, penyebutan atau penyebaran lokasi kejadian dan penyebaran informasi yang beredar di media sosial. Pelanggaran terhadap pembatasan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku di Arab Saudi," kata KBRI Riyadh.