NADIKABAR.COM — Dua atlet boccia Indonesia, Muhamad Afrizal Syafa dan Handayani, menjadi tumpuan tambahan medali emas dari nomor perseorangan BC1 putra dan putri pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
"BC1 juga masih peluang. Putra-putri BC1 peluang banget, Afrizal sama Handayani," kata Koordinator Pelatih Boccia Indonesia Islahuzzaman Nur Yadin di Nagoya, Jepang, Rabu.
Menurut Islahuzzaman, peluang Indonesia pada nomor individu BC1 cukup menjanjikan berdasarkan hasil evaluasi selama persiapan dan sejumlah kejuaraan uji coba sebelum keberangkatan ke Jepang.
Namun, persaingan diperkirakan berlangsung lebih ketat pada klasifikasi BC2 yang diperkuat Felix Ardi Yuda, Muhammad Bintang Satria, dan Gischa Zayana.
Dia menyebut dua atlet Thailand menjadi pesaing berat di sektor putra, sedangkan wakil Hong Kong patut diwaspadai pada sektor putri setelah mengalahkan atlet Indonesia dalam uji coba terakhir.
Sementara, Handayani mengaku siap menghadapi persaingan nomor BC1 putri dengan membidik podium tertinggi.
Atlet asal Banten tersebut menilai tantangan terbesar bukan hanya datang dari kemampuan lawan, tetapi juga bagaimana dirinya menjaga ketenangan dan konsentrasi selama pertandingan.
"Targetnya podium terbaik. Semoga emas, pokoknya podium dulu. Tantangan ada di diri sendiri. Harus bisa manajemen diri sendiri, yang penting ketenangan, fokus, dan strategi harus pas," kata Handayani.
Ia menyebut atlet Singapura sebagai salah satu pesaing terberat yang perlu diwaspadai dalam perebutan medali.
Handayani bersama empat atlet Indonesia lainnya telah menjajal Nagoya City General Gymnasium selama dua jam pada Rabu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi arena pertandingan.
Pertandingan boccia Asian Para Games 2026 akan dimulai Jumat (16/10).