Akbar mengatakan razia narkoba dilakukan polisi di belasan provinsi pada 9-11 Oktober lalu. Di Jakarta, polisi menggerebek Kampung Ambon dan Kampung Boncos di Jakarta Barat serta menahan 24 orang yang diduga sebagai pengedar dan pengguna narkoba.
Sementara itu, di Palu, Sulawesi Tengah, polisi mengamankan dua orang yang diduga sebagai pengguna narkoba. Secara keseluruhan, razia di belasan provinsi tersebut berujung pada penahanan ratusan orang yang diduga terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Selain menemukan narkoba, polisi juga mampu menekan angka kriminalitas dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Di Madura dan Bogor, polisi pun mengatasi masalah geng motor dan balapan liar. Akbar berharap di bawah kepemimpinan Suyudi, kepolisian semakin dicintai rakyat, tidak antikritik, dan terbuka untuk perbaikan. "Dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas-tugas kepolisian, tentu polisi semakin dicintai," pungkas Akbar.