Chris Sam Siwu juga membeberkan tekanan yang dialami Sarwendah selama perseteruan ini berlangsung, di mana sikap diam kliennya justru kerap berujung pada narasi yang merugikan.
"Klien kami diam saja. Diam saja disudutkan, dibuat narasi-narasi yang tidak baik. Nah, apalagi ketika mungkin namanya kita manusia, tidak ada manusia yang sempurna, mungkin ada khilaf kata ya itu tidak bisa kita hindari," ucapnya.
Pihak kuasa hukum menegaskan, Sarwendah sudah sepenuhnya menyadari dampak hukum maupun konsekuensi digital saat memutuskan untuk bersuara di media sosial.
"Kami sebagai tim lawyer akan terus men-support dan menghormati apa yang telah dilakukan klien kami," pungkasnya.