NADIKABAR.COM β€” Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Said Aldi Al Idrus menginstruksikan seluruh pengurus daerah melibatkan sedikitnya 30 persen kader perempuan dalam setiap kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) organisasi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, Said mengatakan kebijakan tersebut bertujuan memperluas kesempatan perempuan dalam proses kaderisasi dan pengembangan kepemimpinan di lingkungan AMPG.

β€œSaya instruksikan kepada seluruh PD AMPG di Indonesia, setiap pelaksanaan Diklat harus mengikutsertakan minimal 30 persen kader perempuan. Kita ingin perempuan memiliki ruang yang lebih besar dalam proses kaderisasi dan kepemimpinan di AMPG,” kata Said.

Instruksi tersebut disampaikan Said saat menerima audiensi pengurus daerah AMPG Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur di Jakarta, Selasa (13/10).

Menurut dia, keterlibatan perempuan menjadi bagian penting dalam membangun organisasi kepemudaan yang inklusif sekaligus menyiapkan kader potensial Partai Golkar pada masa mendatang.

Selain menetapkan keterlibatan minimal 30 persen kader perempuan, Said memastikan pengurus pusat siap mendukung pelaksanaan diklat oleh seluruh pengurus daerah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia organisasi.

β€œPP AMPG siap mendukung pelaksanaan Diklat di seluruh PD AMPG. Kita ingin Diklat ini benar-benar menjadi instrumen kaderisasi untuk mencetak kader muda yang memiliki kapasitas, loyalitas, integritas, dan kemampuan kepemimpinan,” ujarnya.

Ia menegaskan diklat tidak boleh hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi harus diarahkan untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan berorganisasi, wawasan kepemimpinan, dan semangat pengabdian.

β€œDiklat bukan sekadar kegiatan organisasi. Ini adalah proses membentuk kader. Karena itu, kita harus memastikan kader yang mengikuti Diklat memiliki wawasan, kemampuan organisasi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, Said didampingi Sekretaris Jenderal PP AMPG Ubaidillah dan jajaran pengurus pusat.

Pertemuan itu juga membahas konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta rencana penyelenggaraan diklat di daerah.

Said meminta seluruh pengurus daerah meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan pengurus pusat agar pelaksanaan program organisasi berjalan selaras.

β€œSilaturahmi dan konsolidasi seperti ini harus terus dilakukan. PP AMPG terbuka untuk berkomunikasi dengan seluruh PD. Kita ingin seluruh daerah bergerak bersama, solid, dan memiliki arah perjuangan yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, pengurus AMPG Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur menyampaikan sejumlah agenda organisasi, termasuk rencana penguatan kaderisasi dan pelaksanaan diklat di masing-masing daerah.

PP AMPG menyatakan akan terus mendukung penguatan struktur organisasi dan peningkatan kapasitas kader di seluruh Indonesia.