NADIKABAR.COM β€” Anggota DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan menekankan pentingnya perbaikan pola distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali menyusul terbatasnya pasokan di sejumlah SPBU di Pulau Dewata.

β€œMasalahnya ini bukan karena lonjakan (konsumsi) yang saya lihat, tapi lebih banyak di pola distribusi yang perlu diubah karena (antisipasi) lonjakan sudah dihitung,” kata Kesuma Kelakan di Denpasar, Selasa.

Ia menjelaskan antisipasi lonjakan sudah dihitung 10-20 persen dari rata-rata konsumsi harian misalnya untuk pertalite mencapai sekitar 2.200 kiloliter konsumsi per hari.

Anggota Komisi VI DPR RI itu mendorong agar SPBU yang krisis stok menjadi skala prioritas penyaluran misalnya di kawasan Kabupaten Tabanan, Badung, dan Denpasar.

SPBU daerah lainnya juga perlu diperkuat ketersediannya stok BBM yang disuplai dari dua terminal BBM di Bali yaitu Manggis di Kabupaten Karangasem dan Sanggaran di Denpasar.

Di sela pertemuannya dengan perwakilan Pertamina Wilayah Pemasaran Bali Alam Kanda Winali, terungkap bahwa di Terminal BBM Sanggaran per Selasa pagi terdapat 1.200 kiloliter pertalite dengan didukung 25-30 armada truk tangki BBM.

Kemudian, di Terminal BBM Manggis terdapat stok pertalite mencapai 10.300 kiloliter dengan didukung 72 armada truk tangki yang hingga saat ini dikebut penyalurannya di SPBU.

Khusus untuk wilayah Denpasar, Badung dan Tabanan terdapat 104 titik SPBU.

Selanjutnya, pada Kamis (15/10) rencananya akan tiba sebanyak sekitar 3.000 kiloliter pertalite di Terminal BBM Sanggaran dan pada Sabtu (17/10) rencananya tiba 22 ribu hingga 26 ribu kiloliter pertalite di Terminal BBM Manggis.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Terminal BBM Sanggaran Denpasar untuk membahas percepatan distribusi BBM di Bali, Selasa sore.

Simon mengungkapkan antrean panjang disebabkan keterlambatan karena ada kendala di kapal saat proses bongkar muat BBM.

Ia kemudian meminta maaf kepada masyarakat Bali atas terbatasnya pasokan yang menyebabkan antrean panjang sejak beberapa hari terakhir.