NADIKABAR.COM — Keberhasilan pianis muda berbakat, Alfred Young Sugiri, memukau publik saat pentas di panggung musik klasik legendaris Wina (Austria) dan Hongaria hingga berbuah undangan konser Eropa tahun depan, mendapatkan apresiasi dari pakar dan tokoh utama musik Indonesia.

Pakar etnomusikologi dan kritikus budaya legendaris Dr. Franki Raden, maestro konduktor Addie MS, serta pianis dan komponis internasional Ananda Sukarlan mengatakan, capaian Alfred sebagai terobosan monumental (breakthrough) yang membanggakan. Sukses besar pianis muda asal Bandung itu menjadi angin segar bagi masa depan musik klasik Indonesia di kancah global.

Pakar musik, etnomusikologi, sekaligus peraih Lifetime Achievement Award FFI 2025, Dr. Franki Raden, menegaskan pencapaian Alfred merupakan momen krusial yang patut dicatat dalam sejarah peradaban seni Tanah Air. Menurutnya, kegigihan dan pemahaman Alfred terhadap tantangan panggung dunia menjadikan dirinya sebagai role model yang sangat ideal bagi generasi muda.

"Bagi saya penampilan Alfred itu sebuah breakthrough, sebuah promosi yang luar biasa. Alfred bisa jadi role model. Kegigihannya luar biasa, tidak kalah dengan seorang bintang film yang harus menurunkan berat badan, jaga pola makan untuk tampil maksimal. Ia sangat mengerti tantangannya," ujar kolumnis seni budaya kawakan itu dalam keterangan yang diterima NadiKabar, hari ini.

Menurut Franki Raden, keberhasilan Alfred menjadi solis saat memainkan karya Mozart di Wina, kota kelahirannya Mozart itu sama seperti musisi jazz bermain jazz di New Orleans atau Broadway. "Butuh nyali besar dan mental yang kuat. Tampil di Wina, dengan membawa karya Mozart, jelas Alfred tidak sedang main-main," ungkap Franki Raden