NADIKABAR.COM — Arab Saudi mengatakan pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan total delapan rudal dan drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman, pada Selasa (13/10) waktu setempat.
Salah satu serangan rudal Houthi itu menargetkan kota Dhahran di wilayah timur Saudi, di mana puing-puing rudal yang dicegat itu jatuh di kawasan permukiman.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (14/10/2026), mengatakan bahwa sistem pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan enam rudal balistik dan dua rudal yang diluncurkan Houthi.
Al-Maliki menyebutkan bahwa dua rudal di antaranya dicegat saat melesat ke arah Haradh dan Dhahran. Untuk serpihan rudal yang jatuh di area permukiman di Dhahran, otoritas setempat sedang menyelidikinya.
Tiga rudal lainnya dan dua drone, sebut Al-Maliki dalam pernyataan terpisah, ditembak jatuh saat mengudara ke arah Riyadh dan ke wilayah selatan Saudi.
Sedangkan satu rudal lainnya dicegat dan dihancurkan di wilayah Riyadh, ibu kota Saudi.
Enam rudal Houthi yang ditembak jatuh Saudi, menurut Al-Maliki, terdiri atas dua rudal balistik dan empat rudal jelajah.
Aktivitas pencegatan ini terjadi saat eskalasi tajam serangan Houthi terhadap Saudi, termasuk serangan pada akhir pekan yang menargetkan bandara sipil di Riyadh dan serangan rudal terhadap kota-koa besar di Saudi.
Pada Selasa (13/10), kabinet Saudi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) menegaskan bahwa Houthi akan menanggung konsekuensi atas serangan berulang terhadap negara kerajaan tersebut, termasuk serangan yang menargetkan bandara, kota suci Mekkah dan Madinah, serta fasilitas sipil dan ekonomi.