"Melakukan operasi darat dan udara sesuai kondisi lapangan, pendinginan untuk mencegah api menyala kembali, serta mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca bersama BMKG apabila kondisi atmosfer memungkinkan," ujarnya.

Di samping itu, petugas terus melakukan pemantauan titik api, kondisi cuaca, arah pergerakan angin, dan kualitas udara. Hal itu, kata Berton, menjadi dasar untuk menentukan prioritas penanganan dan menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat.