NADIKABAR.COM — Eskalator di peron Stasiun Duri kembali beroperasi hari ini setelah mengalami gangguan mundur mendadak. KAI Commuter meminta pengguna KRL atau anak kereta (Anker) tidak lagi berjalan atau berlari untuk mendahului dari sisi kanan saat menggunakan eskalator.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, menjelaskan kerusakan eskalator di Stasiun Duri disebabkan karena beban hentakan pengguna ketika berlari atau berjalan mendahului. Oleh karena itu, kini pengguna diimbau diam demi keselamatan.

"Dengan pertimbangan mengacu pada kajian dan keselamatan, KAI Commuter menegaskan bahwa saat ini pengguna diimbau untuk tertib dengan diam atau tidak berjalan atau berlari ketika berada di eskalator. Tujuannya adalah untuk keselamatan bersama pada saat menggunakan eskalator," ujar Karina dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).

Karina mengatakan pengguna KRL yang terburu-buru bisa menggunakan tangga manual. Dia berharap anker tertib saat menggunakan fasilitas tersebut.

"Bagi pengguna yang terburu-buru bisa menggunakan tangga manual," ujarnya.

Sebelumnya, eskalator di Stasiun Duri sempat mengalami kerusakan pada Sabtu (3/10). Salah satu eskalator tersebut mendadak mundur dan sempat menyebabkan 12 penumpang terluka.

Eskalator itu merupakan penghubung peron 5 dengan hall Stasiun Duri. Eskalator tersebut merupakan jalur penting bagi penumpang yang hendak pindah atau transit ke KRL tujuan lain ataupun hendak keluar stasiun.