NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik pada tahun 2029-2030.

"Perintah bapak Presiden Prabowo adalah harus kita pastikan semua desa di Indonesia pada tahun 2029-2030 semuanya teraliri listrik," katanya saat kunjungan ke Kabupaten Karawang, Jabar, Kamis.

Ia menyampaikan, target itu akan direalisasikan secara perlahan melalui dua program pemerintah, yakni program Listrik Desa (Lisdes) serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Menurut dia, kedua program tersebut memiliki sasaran yang berbeda. Lisdes menyasar wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik. Sedangkan program BPBL diperuntukkan bagi rumah tangga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri.

Bahlil menyampaikan agar pemerintah daerah dan PLN di masing-masing daerah mengidentifikasi masyarakat yang rumahnya belum teraliri listrik. Sebab di seluruh Indonesia masih ada jutaan rumah di sekitar 11 ribu desa yang belum teraliri listrik.

Kondisi tersebut disebutkan tidak hanya terjadi di daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Di beberapa wilayah Jawa pun masih ada rumah yang belum terpasang listrik.

Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk berupaya agar seluruh desa di Indonesia dapat teraliri listrik, guna meningkatkan target pelaksanaan program kelistrikan.

Ia menyebutkan, jumlah desa yang menjadi sasaran program meningkat dari sekitar 1.400 desa pada 2025 menjadi lebih dari 4.000 desa pada 2026.

"Insya Allah ya, pelan-pelan kita agresif untuk melakukan ini (target program kelistrikan)," katanya.

Meski begitu, diakui kalau program kelistrikan ini memiliki tantangan tersendiri, yakni terkait dengan geografis dan ekonomi masyarakat.

"Pemerintah terus berupaya lakukan agar semua desa untuk mendapatkan pelayanan kelistrikan. Karena (pemerataan penggunaan) listrik ini bagian keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Bahlil.