NADIKABAR.COM — Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan bantuan sosial (bansos) berupa pangan beras akan disalurkan melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Sampai akhir tahun ini diperkirakan jumlahnya mencapai 33,2 juta penerima.

Zulhas mengatakan, program bansos pangan ini diteruskan atas perintah Presiden Prabowo Subianto. Katanya bansos akan diberikan kepada masyarakat desil 1 sampai desil 4.

"Itu jumlahnya 33,2 juta sebanyak 1 juta ton. Nah, kalau ini sudah selesai administrasinya, nanti dibaginya di Kopdes-Kopdes ini. Ya tentu perlu waktu. 'Kok belum ada berasnya?' lagi diselesaikan pembayarannya dulu data-datanya. Ya, karena 33,2 juta kan dicek ulang. Mungkin minggu depan kelar, Pak, ya?," jelasnya.

Selain itu, Zulhas menyebut bantuan beras SPHP juga akan didistribusikan. Bantuan beras itu untuk meringankan beban bagi masyarakat seiring naiknya harga beras.

"Ada lagi 1 juta ton beras SPHP bagi ibu-ibu yang keberatan harga naik. Kalau emak-emak ini kan harga Rp 100 aja naik, komplain. Emak marah, ya di rumah juga istri saya cabai juga Rp 100 ditawar gitu. Kok mahal sekali, protesnya sama kita, harga cabai kok bisa Rp 60.000 gitu. Jadi kalau ibu-ibu itu gitu. Oleh karena itu kita presiden atas perintah presiden juga karena sekarang musim kemarau, segera SPHP," ungkapnya.

Zulhas menambahkan, sampai saat ini sudah ada 29 ribu Kopdes yang sudah siap. Dalam sepekan ke depan pihaknya ingin Kopdes tersebut dapat dipersiapkan operasionalnya.

"Nah, 29.000 itu 8.000 hari-hari ini akan dilengkapi. Dilengkapi itu ada pupuknya, pupuk bersubsidi, ini kan infrastruktur pemerintah untuk barang-barang subsidi. Ada pupuk, ada gula, ada minyak goreng, ada gas LPG, ya. Dicek dulu ada enggak mobil truk itu, benar enggak apa omon-omon aja," ungkapnya.

'Ya, kalau ada truknya benar enggak mobilnya hidup apa baknya saja yang ada, itu dicek gitu. Ya, ada mobil pick up-nya, pick up-nya nyala enggak, ada mesinnya enggak, bisa jalan apa tidak. Ada bentor dua di situ, ya. Ada berasnya dari Bulog yang SPHP yang subsidi," sambungnya.