"Saya bertekad mendorong agar beberapa benchmark yang bisa kita pakai beberapa negara, Jepang, Selandia Baru, Australia, mungkin salah satu Eropa, Amerika, dan juga China," katanya.

Karding kemudian memaparkan keunggulan sistem karantina di masing-masing negara tersebut. Ia berharap penguatan laboratorium hingga digitalisasi juga dapat direalisasikan di Indonesia.

"Jadi, kayak di mana, kayak di Australia itu biosecurity-nya bagus. Kayak di Jepang itu labnya yang bagus. Kalau Selandia Baru itu kalau enggak salah manrisk-nya yang bagus. Kalau China itu ininya, apa namanya traceability dan datanya yang bagus, digitalisasinya bagus," jelasnya.

Lebih lanjut, Karding menginginkan laboratorium karantina di Indonesia bisa tersebar di seluruh provinsi. Ia juga berharap laboratorium di Indonesia memiliki standar internasional.