NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang menyebutkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terindikasi dari Pulau Kalimantan.

"Asap ini bukan dari Pulau Sumatera tetapi dari Kalimantan, karena adanya arah angin timur dari Kalimantan mengarah ke wilayah Kepulauan Babel," kata Prakirawan BMKG Pangkalpinang Annisa di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan hasil pemantauan BMKG Pangkalpinang di Bandara Depati Amir Pangkalpinang pada Selasa (13/10), jarak pandang kisaran 8.000 hingga 10.000 meter atau lebih baik dibandingkan pada Senin (12/10) berkisar 3.000 hingga 5.000 meter.

"Saat ini kabut asap sudah mulai berkurang dan aman untuk penerbangan angkutan udara di Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang," katanya.

Annisa mengatakan jarak pandang untuk penerbangan masih aman karena masih berkisar 8.000 hingga 10.000 meter atau lebih baik dibandingkan jarak pandang hari Senin kemarin.

"Saat ini keberangkatan dan kedatangan pesawat udara di Bandara Depati Amir masih terpantau lancar, karena jarak pandang yang aman untuk angkutan udara tersebut," katanya.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, hutan, sampah, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan yang memicu karhutla di daerah tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk selalu menggunakan masker, agar tidak menimbulkan berbagai penyakit seperti sesak nafas dan lainnya," kata Annisa.