Dengan demikian, kata dia, asap karhutla yang terperangkap dapat terdorong bergerak naik dan menyebar luas, sehingga konsentrasinya menurun dan jarak pandang di udara berangsur meningkat.

Ia menyebutkan teknik ini memiliki karakteristik berbeda dari bahan garam atau Natrium Klorida (NaCl) yang umumnya berbentuk serbuk halus dan biasa untuk memicu curah hujan.

Untuk mendukung uji coba operasional tersebut, BNPB mengerahkan satu pesawat Cessna Caravan dengan nomor registrasi PK-SNP yang diterbangkan langsung dari Bandar Udara Raden Inten II di Lampung.

Pada hari pertama pelaksanaan, Kamis, tim telah menjalankan dua sorti penerbangan dengan masing-masing membawa bahan semai seberat 800 kilogram pada ketinggian sekitar 4.500 kaki.