NADIKABAR.COM — Tim boccia Indonesia membidik medali emas nomor beregu pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menyapu bersih gelar juara umum dalam tiga kejuaraan uji coba menjelang pesta olahraga disabilitas Asia tersebut.
"Target emas kami di nomor tim, karena di tim kami memang kuat. Apalagi posisinya di Nagoya ini sistem pertandingannya masih sistem lama," kata Koordinator Pelatih Boccia Indonesia Islahuzzaman Nur Yadin di Nagoya, Jepang, Rabu.
Islahuzzaman mengatakan keberhasilan pada tiga kejuaraan uji coba menjadi modal penting untuk mempertahankan pencapaian satu medali emas seperti pada Asian Para Games Hangzhou 2022.
Dia bahkan membuka peluang tim Indonesia melampaui target tersebut apabila para atlet mampu mempertahankan penampilan terbaiknya.
"Targetnya masih sama satu emas seperti di Hangzhou kemarin. Semoga dengan kami melihat persiapan selama try out selalu jadi juara umum, mudah-mudahan itu bisa mencapai target atau lebih dari yang diharapkan," ujarnya.
Indonesia membawa lima atlet ke Nagoya, yakni Muhamad Afrizal Syafa, Handayani, Felix Ardi Yuda, Muhammad Bintang Satria, dan Gischa Zayana.
Kelima atlet tersebut menjalani berlatih selama 120 menit di Nagoya City General Gymnasium, Rabu, sebagai bagian dari adaptasi menjelang pertandingan.
Selama sesi latihan, para atlet mendapat pendampingan lima pelatih yang memberikan evaluasi terhadap setiap lemparan sekaligus mengulang materi latihan yang telah dijalani selama pemusatan latihan di Indonesia.
Islahuzzaman menambahkan timnya tidak terbebani target kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028 karena Asian Para Games kali ini tidak menyediakan tiket menuju ajang tersebut.
"Kami tidak ada beban, dan kami juga targetkan pada anak-anak yang penting kamu latihan, main bagus karena demi bangsa dan negara," katanya.
Pertandingan boccia dijadwalkan dimulai Jumat (16/10), setelah pertemuan teknis sehari sebelumnya.