Ia bahkan berargumen produk-produk konsumen seperti susu dan mesin cuci justru memiliki pengawasan produk yang lebih ketat daripada perusahaan-perusahaan AI yang terus menerus menghasilkan model AI baru tiap harinya.

Smith juga berpandangan bahwa AI dapat berperan menjadi "senjata dan alat" yang membahayakan keamanan siber dunia sehingga memang "saatnya telah tiba" untuk memberlakukan aturan keamanan global terkait inovasi itu.

Komentar Smith juga melengkapi seruan-seruan dari para pemimpin perusahaan AI seperti Dario Amodei dari Anthropic dan Sam Altman dari OpenAI yang mengusulkan perlambatan pengembangan AI di tengah meningkatnya insiden agen AI yang kerap bertindak di luar kendali saat pengujian.

Presiden AS Donald Trump sendiri merespons seruan tersebut dengan berpandangan bahwa perlambatan AI tidak boleh dilakukan. Pada bulan lalu, ia memilih untuk menjamu para pemimpin perusahaan AI seperti OpenAI, Anthropic, Nvidia, AMD, SpaceX, Meta, dan Google untuk membahas persoalan keamanan AI.

Ia meminta mereka untuk menandatangani dokumen yang "mengikat secara moral" yang isinya meminta para perusahaan teknologi setuju untuk bekerja sama dengan "auditor independen" menilai keamanan dan kemampuan model AI mereka.

Smith mengatakan dokumen yang diinisiasi AS tersebut merupakan "langkah yang baik," tetapi belum mencapai jenis pengaturan keamanan AI global yang diperlukan.