Dia mengatakan ketika mahasiswa memahami filosofi, tata kelola, dan manfaat sistem jaminan kesehatan secara komprehensif, mereka tidak hanya menjadi peserta JKN, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pemahaman itu kepada masyarakat.
"Perguruan tinggi memiliki peran strategis terhadap penguatan Program JKN dalam jangka panjang. Tidak hanya melahirkan lulusan terampil, namun menjadi pusat pendidikan, sehingga generasi muda memiliki pemahaman terhadap jaminan kesehatan secara utuh dan menyeluruh," katanya.
Pihaknya berharap melalui kerja sama tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual, tetapi juga memahami langsung bagaimana Program JKN berperan dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah Bambang Setiaji mengatakan masuknya materi tentang Program JKN diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap jalannya pendidikan di perguruan tinggi yang bernaung dalam Muhammadiyah.