Prioritas yang teridentifikasi dari masukan tersebut, lanjutnya, menjadi dasar penyempurnaan alur kerja administrasi, praktik perpajakan digital, layanan wajib pajak bagi usaha kecil dan menengah (UKM), penyelesaian sengketa perpajakan lintas negara, serta kepastian pajak penghasilan.

β€œTAPP 2.0 semakin menyempurnakan tujuh modul intinya, yaitu pendaftaran dan verifikasi identitas wajib pajak, perencanaan pajak, pemungutan pajak, manajemen risiko, pemeriksaan dan penyidikan, penyelesaian sengketa, pengendalian internal, serta kerja sama internasional dalam pemungutan dan administrasi perpajakan,” ucapnya.

Sementara, pada TSPP 2.0, terdapat lima komponen, yaitu filosofi dan perlindungan dalam layanan wajib pajak, layanan dasar wajib pajak, layanan wajib pajak yang disesuaikan dengan kebutuhan, pengawasan layanan wajib pajak, serta penghimpunan masukan dan prospek ke depan.

β€œPortofolio ini menjawab kebutuhan layanan dari berbagai segmen wajib pajak. Materi baru juga ditambahkan, mencakup pengembangan saluran layanan, konsultasi perpajakan, perlindungan hak wajib pajak, layanan kepastian pajak, serta dukungan bagi UKM,” ujarnya.