Dari sisi penggerak, Seagull generasi kedua menggunakan motor listrik sinkron magnet permanen dengan tenaga maksimum 95 kilowatt (kW) atau setara 127 tenaga kuda (hp). Angka tersebut meningkat dibandingkan generasi sebelumnya yang memiliki tenaga 55 kW.

Mobil listrik ini juga diperkirakan menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) Blade Battery generasi kedua. Berdasarkan laporan sebelumnya, tersedia pilihan kapasitas baterai 30 kWh dan 39,2 kWh, dengan jarak tempuh masing-masing mencapai 320 kilometer (km) dan 420 km berdasarkan pengujian CLTC di China.

Salah satu pembaruan penting adalah penggunaan sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian atap pada varian tertentu. Perangkat tersebut mendukung sistem bantuan berkendara cerdas BYD, termasuk teknologi DiPilot 300 atau God’s Eye B di pasar China.

Kendati demikian, LiDAR tidak disebut tersedia pada seluruh varian. Karena itu, kelengkapan sistem bantuan berkendara akan bergantung pada konfigurasi kendaraan yang dipasarkan.