"Dan kita akan mengembangkan Liga Wanita Indonesia dan pemain-pemain yang bisa berprestasi di Unigames menjadi andalan scout untuk Liga Wanita Indonesia. Dan bukan tidak mungkin untuk masuk radar pencari bakat sepakbola wanita," ujar Dhani.

Menurutnya, keberadaan kompetisi seperti UniGames juga sejalan dengan strategi pengembangan sepakbola wanita Indonesia, khususnya dalam hal kompetisi reguler.

"Yang jelas, ini selaras dengan strategi sepakbola wanita Indonesia, yang pilar ketiganya adalah kompetisi reguler. Sepakbola wanita Indonesia membutuhkan kompetisi yang memang reguler agar dapat terus berkembang seperti ini," tuturnya.

Sementara itu, CEO Campus League Ryan Gozali mengatakan penyelenggaraan UniGames juga bertujuan mendorong cabang olahraga yang selama ini belum mendapatkan sorotan sebesar cabor populer.

"Biasanya kita hanya melihat pertandingan cabor-cabor populer. Padahal cabor-cabor UniHames inilah cabor-cabot yang menyumbangkan medali untuk Indonesia di multievent. Tapi tidak keliatan biasanya. Tapi kita tahu hasil tidak instan butuh proses sampai kita bisa mencapai prestaai tertinggi," ujarnya.

Ryan mengatakan Campus League ingin membawa tujuh cabang olahraga tersebut ke level yang lebih tinggi.

"Saat saya berbicara dengan 7 cabor, meski betul cabor ini belum semeriah cabor-cabot populer, tetapi dengan Campus League kamim ingin angkat cabor yang berprestasi untuk Indonesia ke level berikutnya," papar Ryan.