NADIKABAR.COM — Chef de Mission (CdM) Indonesia mengatur nutrisi khusus untuk kontingen Merah Putih yang akan bersaing dalam Youth Olympic Games 2026 yang berlangsung di Dakar, Senegal mulai 31 Oktober hingga 13 November.
"Saat ini, kami sudah berkoordinasi erat dengan KBRI Dakar dan Bapak Duta Besar untuk memantau situasi di lapangan, seperti kondisi cuaca, makanan, dan hal lainnya. Kami ingin memastikan semuanya terlaksana dengan baik," kata CdM Indonesia untuk Youth Olympic Games 2026 Ita Yuliati di Jakarta, Selasa.
Ita, sapaan akrabnya, mengatakan pendampingan ekstra wajib diberikan kepala atlet-atlet remaja itu selama di Senegal karena mereka merupakan aset penting masa depan olahraga nasional.
Kontingen Indonesia juga berkoordinasi terkait kebutuhan logistik, seperti penyediaan katering gizi khusus bagi para atlet, kepada KBRI Dakar.
"Setiap atlet punya kebutuhan nutrisi masing-masing, termasuk pantangan makanan tertentu. Hal ini kami komunikasikan ke KBRI agar difasilitasi katering khusus," katanya ketika meninjau persiapan atlet di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.
Selain menerapkan pengawasan ketat terhadap gizi, CdM Indonesia juga melakukan pengawalan ketat dalam skema pemberangkatan atlet dengan menerapkan skema keberangkatan bergelombang.
Keberangkatan tim Merah Putih dibagi dalam tiga kloter penerbangan. Skema itu dibuat agar para atlet dapat tiba di lokasi pertandingan empat hari lebih awal.
Kloter pertama akan terbang pada 27 Oktober. Kemudian, kloter kedua menyusul pada 29 Oktober, dan kloter terakhir berangkat 3 November.
"Kami ingin selalu mengawal para atlet dari berangkat hingga pulang, tidak dibiarkan sendiri-sendiri seperti di beberapa ajang lainnya," ujar Ita.
Dalam Youth Olympic Games 2026, Kontingen Merah Putih akan menurunkan 12 atlet yang tersebar di sembilan cabang olahraga yakni atletik, renang, bulu tangkis, balap sepeda, berkuda, judo, skateboard, triathlon, dan wushu.