Power Pod menggabungkan komponen utama infrastruktur kelistrikan dalam satu unit yang ringkas, terintegrasi, dan telah dirancang sebelumnya di pabrik. Dibandingkan sistem yang dirakit langsung di lokasi proyek, solusi ini dapat memangkas waktu pemasangan hingga 60%. Setelah unit tiba di lokasi, pemasangan dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu minggu. Dengan demikian, CHINT ikut memperpendek jeda antara waktu kedatangan peralatan dan kesiapan ruang pusat data untuk menerima pasokan listrik.

"Pasokan listrik kini menjadi tantangan terbesar dalam membangun infrastruktur AI," kata Paul Lee, Strategic Segment Director, Asia Pasifik, CHINT. "Operator tidak membutuhkan tumpukan komponen tambahan yang harus diintegrasikan, dipasangi kabel, dan diuji sebelum dioperasikan di lokasi. Mereka membutuhkan satu unit sistem kelistrikan yang telah divalidasi di pabrik agar dapat langsung dipasang dan diaktifkan. Power Pod kami menjawab kebutuhan tersebut."

Power Pod merupakan sistem kelistrikan dalam kontainer tertutup yang dapat dipasang di luar ruang. Unit ini mengintegrasikan perangkat switchgear, transformator, dan proteksi sirkuit, serta sistem pendukung seperti pendingin, proteksi kebakaran, pencahayaan, dan keamanan. Seluruh komponen dirakit dan diuji di pabrik sebelum dikirim ke lokasi. Power Pod tersedia dalam konfigurasi berkapasitas 500 kW hingga 4.000 kW, cukup untuk memasok daya mulai dari satu rak AI berkepadatan tinggi hingga sekitar satu ruang pusat data penuh yang menampung rak-rak sejenis.

Sebagian besar peralatan utama Power Pod diproduksi dan diuji langsung oleh CHINT. Sebelum dikirim, setiap unit menjalani proses validasi di fasilitas pengujian milik perusahaan. Dengan memastikan satu pihak bertanggung jawab atas seluruh proses, mulai dari perakitan hingga validasi, CHINT membantu pusat data AI mencapai kesiapan operasional sistem secara lebih cepat.