"Ini memang saya pikir adalah mendorong investasi dengan memberikan sinyal kepada swasta, memberikan keyakinan pada swasta untuk inject lebih banyak menanamkan modal," katanya.
Dia juga mengatakan, pemerintah perlu mendorong investasi dari swasta sekaligus juga menjaga serta mengoptimalkan investasi dari BUMN dalam rangka penciptaan lapangan kerja formal yang lebih luas.
"Jadi harus dua-duanya itu didorong sehingga lapangan pekerjaan yang formal lebih banyak, sehingga ada dampak nanti terhadap konsumsi dan juga terhadap kinerja ekspor nantinya," kata Faisal.
Sebagai informasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, butuh investasi hingga Rp13.000 triliun untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen.